DANGEROUS LOVE

DANGEROUS LOVE

  • WpView
    Leituras 6,939
  • WpVote
    Votos 613
  • WpPart
    Capítulos 7
WpMetadataReadMaduroEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, jun 15, 2021
"My sweet heart, jangan pernah berdekatan dengan pria sekalipun dia teman mu. Jika kamu melanggarnya siap-siap melihat jasad nya berserakan dimana-mana." Seorang Pemuda tersenyum misterius seraya mengodongkan badannya. "Kakak gila! Aku bukan robot!" Seorang gadis memberontak saat pemuda itu memeluk dia erat. "Kamu memang bukan robot, sayang. Tapi kamu jantung hatiku." Pemuda mencium pelipis gadis tersebut lalu pergi. Dia adalah seorang pemuda memiliki wajah tampan dapat memikat hati wanita. Namun dia memiliki sifat layaknya iblis, dia tidak segan-segan membunuh seseorang jika mengusiknya. Bagi dia cintai itu seperti narkotika memakainya akan ketergantungan. Orang-orang mengira dia gila mencintai seseorang yang sangat sulit untuk dimiliki. Gadis yang ia cintai mengira dia hanya terobsesi dengan dirinya.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Don't call it love!
  • ZERGAN
  • My Dangerous Boy
  • Posesif Gildan
  • Marriage With Mr. Actor (The End)
  • Simple LOVE [Completed]
  • Fingerprint (Dangerous)✅
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • Titipan Jantung Untuk Gladis
  • My little wife

Semesta rasanya tidak berpihak pada Cyntia. Tidak hanya perusahaannya yang sedang berada dibawah roda kehidupan, tetapi neneknya sakit dan terus memaksanya menikah. Orang yang ia cintai dan mencintainya pun hilang tak ada kabar. Tak ada pertolongan rasanya. Pada akhirnya pilihan terburuk muncul. Ah, mungkin tak bisa disebut pilihan. Ia harus melakukan itu dengan terpaksa. Pria yang melukiskan kehidupan kelamnya pun muncul. Konyol rasanya saat pria itu mengajaknya menikah. *** Aku tak tahu apa itu cinta. Bahkan, saat ini bagiku itu satu kata yang abstrak luar biasa. Baginya rasa yang terasa itu cinta, tetapi mengapa rasanya merusak jiwa raga. Bagiku itu bukan cinta, melainkan suatu rasa yang amat hampa. Akhirnya satu kata menjadi beda makna. "Bukankah kau sangat membenciku?" Tanyaku. Ia diam, tanpa menatap mataku. Secara tak sadar aku tersenyum sinis padanya dan aku berusaha menahan rasa kesalku. "Apakah melemparkan susu basi ke wajahku adalah bentuk rasa suka?" Aku mengungkit masa lalu. Matanya pun mulai menatap mataku. Aku takut dengan wajah itu. Di bawah meja tersembunyi tangan gemetarku. Mataku berpura-pura tegar saat bertemu matanya itu. Aku berusaha bicara meski lidahku terasa kelu. Aku berusaha berdiri tegak meski kakiku tak berdaya. Waktunya pergi dari hadapannya. Aku akan katakan terakhir kalinya. "Jangan sebut itu cinta!" "Aku melamarmu bukan karena cinta. Bukankah, seharusnya kau yang memohon padaku agar kita bisa memanfaatkan satu sama lain?"

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo