CAN WE?

CAN WE?

  • WpView
    Reads 174
  • WpVote
    Votes 75
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 29, 2021
"Maafin gua, Ze ...." Zella memilih diam. Menurutnya lebih baik diam daripada meluapkan amarahnya dengan kata-kata. "Ze, jawab gua ...." Sedangkan cowok di samping Zella terus meminta maaf kepadanya. "Gua akan lakuin apapun supaya lo mau maafin gua," ucap cowok itu lagi dengan tulus. Zella benci untuk mengakui jika dirinya sangat tidak bisa mengabaikan cowok di sampingnya itu. "Ze, maafin gua, Ze ...." Lagi dan lagi cowok itu meminta maaf. Sial. "Stop minta maaf!" ucap Zella dengan tegas. "Tapi, lo belu-" Belum selesai berbicara, Zella sudah memotongnya. "Gue akan maafin lo ... tapi dengan satu syarat," ujarnya. "Serius, Ze? Sebut aja syaratnya, gua bakal kabulin apapun yang lo mau!" Cowok itu terlihat excited di saat Zella berkata akan memaafkannya. Zella tersenyum tipis. "Syaratnya, lo ngga boleh kecewain dia."
All Rights Reserved
#698
putihabu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Bad Girl #BadSeries✔
  • Sour Seventeen
  • Segitiga [END]
  • Bad Boys VS pembasmi playboy [Compeleted]
  • Nissa & Nathan (COMPLETED)
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • DEVAN & ADARA
  • Elvina [COMPLETED]

Banyak orang yang bilang bahwa cinta itu indah. Menghapus segala resah dan gelisah. Mengganti luka dengan tawa, membawa kesedihan yang melanda untuk sirna. Banyak orang yang bilang bahwa jatuh cinta itu indah. Membuat hari berwarna dan hidup menjadi lebih sempurna karena hadirnya dia. Namun, tak semua yang berkaitan dengan cinta itu semuanya indah. Tak selamanya cinta itu membahagiakan. Tak ada yang bisa menjamin bukan bahwa cinta pun bisa berakhir dengan tawa kebahagian atau sebuah luka yang disertai dengan tangisan? Ini bukan kisah di mana dua orang jatuh cinta secara diam-diam. Ini bukan kisah cinta segitiga antara tiga, anak manusia. Tapi, ini hanyalah kisah di mana ketika kita telah jatuh namun tak sadar. Telah cinta tapi tak terasa. Telah merasa sayang tapi tak pernah bilang. Dan saat di mana kita telah menyadari segalanya, justru orang yang kita cintai itu... pergi. Bukan pergi untuk sementara. Tapi selamanya. "Jika kehadiranku tak dapat membangunkanmu, lantas apakah kepergianku akan membukakan matamu?" ©Copyright2019

More details
WpActionLinkContent Guidelines