Ibrahim Roya

Ibrahim Roya

  • WpView
    Reads 80
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 26, 2021
"Sekarang apa yang kau mau?" tanya Yusuf dingin. "Maksudmu?" dahi Anisa berkerut. "Gak perlu pura-pura." "Apa yang kau maksud? Jika kau tak memberitahuku, bagaimana aku bisa tau?" mata Anisa mendelik tajam. "Dasar pembohong! Jelas-jelas kau yang merencanakan semuanya! Malah kau berlagak tidak tau apa-apa!" cercah Yusuf. Hari pertama pernikahan, pertengkaran mengacaukan perasaan keduanya. Pertengkaran yang berakar dari cinta Yusuf kepada kekasihnya yang masih bersemi. Juga Anisa yang belum bisa melupakan masa lalunya. Bagaimana mereka melanjutkan kehidupannya jika di hati masing-masing masih memiliki pujaan hati? Cerita antara cinta dan cita-cita....
All Rights Reserved
#7
ibrahim
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai)
  • Kuy Otw Kua (TAMAT)
  • SEGITIGA CINTA
  • Air Mata Cinta Di Teras Surga ( SELESAI )
  • Kamu adalah Pilihan Allah | KAPA✔
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Sebening Cinta
  • ANNISA (Kala Takdir Menuntunku Padamu) ✓
  • Perjalanan Kisah Cinta Afia

"Memalukan." ujar Azzam sinis, tatapannya datar. Asya tersentak, senyumnya memudar, ada apalagi dengan suaminya. Kenapa sikapnya selalu berubah. Apa katanya tadi 'memalukan' apa maksudnya. "Ma-maksud mas apa?" tanya Asya bingung. "Jangan pura-pura tidak tahu." sinis Azzam. Asya mengerutkan keningnya. "Asya gak ngerti, maksudnya apa. Asya buat salah lagi?" jawabnya lirih. "Kenapa kamu itu gak bisa sadar diri." ujar Azzam dengan nada dingin. Asya menunduk dalam, "Kalo mas gak bilang Asya juga gak tahu." jawab Asya, suaranya mulai bergetar. Azzam mengusap wajahnya kasar, segera ia beristigfar. Takut syetan menguasai dirinya ketika marah. Dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. "Tadi kamu pulang sama siapa?" tanya Azzam, matanya menyorot tajam. Asya yang melihat itu pun mulai takut. Ia lupa memberi tahu Azzam tentang itu, dan ... darimana Azzam tahu hal ini. Astagfirullah kenapa ia selalu saja ceroboh. "Gak bisa jawab, kan." sindir Azzam. Ia berjalan ke dalam kamar dan menutup pintu dengan keras. Asya segera tersadar dan menyusul langkah Azzam. "Mas Asya bisa jelasin." pekik Asya dari luar kamar, ia menggedor-gedor pintu namun tak digubris oleh Azzam. "Mas Azzam salah paham, Asya bisa jelasin. Itu semua gak kayak yang mas pikirin." ucap Asya dari luar. Hening. "Mas," panggil Asya mulai pasrah. Sepertinya Azzam benar-benar marah, ini semua karena kecerobohannya sendiri. Menyalahkan Fahmi juga bukan pembenaran, karena ia membantunya untuk menjalankan amanah. Cover by Nurhanifah

More details
WpActionLinkContent Guidelines