Lethalife
  • WpView
    Reads 58
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 26, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Salahkah jika aku bahagia dan tertawa? Sekarang,kenapa...sepi sekali......Apa tuhan tak mengizinkan ku bahagia dan lebih bahagia? setidaknya untuk selamanya.... Mati, itu yg selalu ku pikirkan Dan apa mereka akan memperdulikan ku ketika ku pergi dan tak kembali lagi? hah mungkin tidak.... ☆ 𝐴𝑙𝑒𝑡ℎ𝑎 𝐾𝑦𝑎𝑟𝑎 𝑋𝑒𝑛𝑡ℎ𝑎シ︎ "Bahagia ku hanya lah bisa menjalani hidup dengan tenang dan melihat orang yg ku sayang bahagia" ☆ 𝐴𝑙𝑒𝑡ℎ𝑎 𝐴𝑔𝑎𝑐𝑖𝑎 𝐴𝑑𝑖𝑛𝑎𝑡𝑎シ︎ (n) Cerita akan di up minimal 3 hari dan maksimal 1 minggu setelah up *Oke thanks yg udh mau baca, don't forget to tap vote and support this story » PLAGIATOR SILAHKAN MENJAUH TERIMA KASIH «
All Rights Reserved
#159
sadgirl
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Raga Arga  [Sudah Terbit]
  • HILANG [Segera Terbit]
  • Different [END]
  • Neyralgis||On Going
  • ASMARALOKA || Love or Reality?
  • YOU ARE MINE (completed)
  • Misunderstand
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • BETWEEN
  • Let Me Love You Longer

Jika ditanya apa yang spesial dari kehidupan si kembar, Raga dan Arga, mungkin jawabannya tidak ada, andai keduanya tidak pandai-pandai bersyukur. Bagaimana tidak, kepergian sang bunda menjadi titik awal kehidupan mereka yang sesungguhnya. Getir pahit melekat di dalamnya. Arga disalahkan oleh neneknya atas kepergian sang bunda. Lantas rasa bersalah dan trauma yang begitu besar terpatri kuat dalam dirinya, sejak saat itu hidupnya berubah seiring dengan jiwa yang bergonta-ganti mengisi raganya. Kadang, ketika bangun tidur Arga akan merengek layaknya anak kecil yang mencari bundanya. Kadang juga Arga menjadi sosok yang membenci dirinya sendiri, menghancurkan cermin yang ada di kamarnya, lalu berujung menyakiti dirinya sendiri. Raga, nyatanya wajah tampan dan unggul dalam basket tak lantas membuatnya dipandang. Bagi teman sekelasnya, Raga tak lebih dari sampah yang harus cepat-cepat dibersihkan. Bukan Raga tak mau melawan mereka, hanya saja rasanya percuma, mereka terlanjur menjadi budak sekolah yang gila nilai. Lalu, mampukah keduanya menjalani dan melawan segala getir pahit dalam kehidupan? Atau memilih menyerah, berpasrah pada Tuhan? *** Bukan skenario hidup seperti ini yang aku inginkan, memerani tiga tokoh sekaligus dalam satu kali kesempatan hidup. Andai bisa aku ingin terlahir kembali menjadi aku yang hanya satu- Samudra Arga Pratama Aku lelah menjadi senja yang ditunggu dan dikagumi di penghujung waktuku-Samudra Raga Dwitama *** Takkan gugur daun yang menguning itu jika memang belum habis waktunya. Takkan turun rintik hujan itu sekalipun langit telah menggelap jika memang belum saatnya. Pun dengan jantung yang takkan berhenti berdetak jika memang Tuhan belum berkehendak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines