Tawanan Cintamu

Tawanan Cintamu

  • WpView
    MGA BUMASA 180
  • WpVote
    Mga Boto 8
  • WpPart
    Mga Parte 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Thu, Sep 8, 2022
Ini tentangku yang menyukai lelaki nyaris sempurna itu. Bukankah cinta itu tindakan? Maka aku benar, diriku berani menjadi orang lain demi mendapatkan ajakan kencan darinya. Lelaki yang kusuka itu, sedikit badboy, sorot mata tajam, bibir tipis yang jikalau tersenyum mampu meluluhlantahkan hatiku. Sedangkan diriku ini, pemalu, pendiam, dan lebih senang mengamatinya dari kejauhan. Bagiku yang terpenting dirinya baik-baik saja, aku sudah tenang. Sabian Belden, jika suatu hari kamu dapat membaca ini. Maka, percayalah kisah ini adalah sebagian besar kejujuranku yang tak dapat aku katakan semua padamu. Kisah ini ditulis oleh Salsabila Ayu Hanifa. Kau ingat-ingat namaku, ya? Perempuan yang mencintaimu lebih dari yang kau tahu. 10/4/22 🖤
All Rights Reserved
#4
sabian
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • DI ANTARA DUA KEHIDUPAN (END)
  • DEFENDER [End]
  • DikaRanggi
  • DEAR LOVE (ERNANDO ARI SUTARYADI) (SUDAH TERBIT)
  • LOVE STORY SAVA
  • Perasaan Yang Terpendam
  • UNSPOKEN, YET ALWAYS FELT [ ROMANSA REMAJA ISLAMI ]
  • Cinta Selamanya [E N D]
  • Pertemuan yang tidak disengaja [ END ]

"Anak hebat Ayah, kalau sudah besar mau jadi apa?" Suara itu masih terngiang di kepala Syela, lembut dan penuh kasih sayang. Malam itu, ia masih berusia enam tahun, duduk di pangkuan ayahnya yang selalu wangi dengan aroma buku dan kopi. "Dokter, Ayah. Supaya Syela bisa menyembuhkan orang-orang dan membantu banyak orang," jawabnya dengan penuh semangat. Ayahnya tertawa kecil, mengusap kepalanya dengan penuh kebanggaan. "Syela janji ya, suatu hari nanti akan jadi dokter hebat? Ayah janji akan selalu menuntun langkah Syela sampai impian itu terwujud." "Iya, Ayah! Syela janji! Terima kasih, Ayah. Syela sayang Ayah, sampai kapanpun." Janji itu terdengar begitu nyata, seolah hanya terjadi kemarin. Tapi kini, bertahun-tahun setelahnya, Syela hanya bisa menatap kosong ke langit-langit kamar. Ayah tidak lagi di sini. Janji itu, yang dulu terdengar seperti kepastian, kini hanya tinggal kenangan yang menggantung di dara. Syela menarik napas panjang, meremas ujung selimutnya. Sudah bertahun-tahun sejak ia kehilangan sosok yang paling ia cintai. Tapi luka itu tak pernah benar-benar sembuh. "Mana janji Ayah yang akan menuntun langkah Syela?" baca selengkap nya ya! @ssabrinena @syelas.story

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman