Atualizamos nossas Diretrizes de Conteúdo.
Consulte as diretrizes mais recentes para continuar compartilhando histórias com segurança.
Saiba mais
anggur racun

anggur racun

  • WpView
    Leituras 149
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Capítulos 3
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sex, jul 16, 2021
WpInfo
Ficção
Romance
Tagsbl
putra mahkota yang mencintai adik ke5 nya. mengikuti semua permintaannya. "kamu adalah kakak terbaik di dunia. aku mencintaimu kakak" bocah 5 tahun memeluk kakaknya dengan sangat lengket. karang hanya melihat penuh cinta , ke adik di depannya. hingga suatu saat si adik memberikan anggur beracun yang biasanya di gunakan untuk membunuh terpidana mati. "kakak , berikan tahta kepadaku dan minum ini" cangkir yang berisi cairan merah bening dan harum sudah terangkat tepat di depan bibirnya. karang tersenyum dan dengan senang hati menerima suapan anggur yang mungkin menjadi hal terakhir dari adiknya. sedetik anggur itu hampir memasuki rongga mulut karang, di detik berikutnya anggur itu sudah di telan adiknya. dan reaksi anggur itu sangat cepat meninggalkan rasa sakit yang teramat dalam di wajah adik tersayangnya. "kakak peluk aku, aku tidak mau berpisah darimu kak, kakak aku kedinginan" karang mengikuti semua yang di inginkan adiknya . hingga nafas terakhir adiknya terhembus dan jerit histeris memenuhi pegunungan .
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • KOTA BANDUNG & GITA
  • A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)
  • Arsyilazka
  • ANGGI MAHARANI
  • TUBUH GADIS NERD [END]
  • Poison Of Love
  • Transmigrasi MyTia [END]
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo