Setan Bisu

Setan Bisu

  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 17, 2021
"Dunia ini tentang siapa yang salah dan benar. " Begitu kata pemerintah yang baru dilantik beberapa pekan lalu. Siapa yang tahu setelah perkataannya dibincangkan publik, tiba tiba ia menjalankan sebuah program bernama The Truth dengan tujuan untuk membersihkan darah, nasab, jati diri serta membedakan antara kotor dan bersih. "Kebenaran dan kebathilan tak boleh bersatu dalam wadah yang sama. Jika itu terjadi maka kalian setan bisu. Tak berani menyuarakan kebenaran adalah setan bisu. " pidatonya saat membuka jalannya program itu. Dengan kacamata agama ia memerintah setiap prajuritnya untuk rela menumpas siapa saja yang tak menyuarakan kebenaran, walau itu rekanmu sendiri. Perjalanan kami dimulai saat misi pertama, ketika dikirim ke sebuah pulau yang kerap kali disebut wilayah selatan.Tempat yang sedikit penduduk, primitif, tanpa listrik, telepon dan kebanyakan dari mereka dituding sebagai setan bisu oleh sejarah. Entah kami yang akan menumpas mereka, atau mereka yang menumpas kami lebih dulu.
All Rights Reserved
#53
momo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Enom Ethnic Land
  • OBOR PITU
  • Qiyamah Senja-completed
  • Lentera Hati (TAMAT)
  • Catatan Hijrah
  • The Sagsera: A shattered eye
  • MENDADAK JADI SANTRI
  • Zidan With Syakira
  • ALIF 2 : AGEN[IUS]

Di sebuah tanah luas yang dijuluki Tanah Etnis Enom, hiduplah seorang pemimpin bijak bernama Enom dan istrinya, Mesipatre. Mereka adalah leluhur pertama yang membangun fondasi bangsa Enom. Dari keturunan mereka, lahirlah delapan suku besar: Bethand, Mandin, Muzi, Yovo, Enavo, Cafko, Evram, dan Ibasah. Awalnya, bangsa Enom hidup dalam harmoni di bawah nilai-nilai yang diwariskan oleh Enom dan Mesipatre. Namun, seiring berjalannya waktu, keserakahan, ambisi, dan keinginan untuk mendominasi menggerogoti persatuan mereka. Setiap suku mulai melihat dirinya lebih unggul, dan konflik kecil berubah menjadi peperangan besar. Tanah Etnis Enom yang dulunya damai kini menjadi medan pertarungan berdarah. Setiap suku berjuang merebut wilayah, memperluas kekuasaan, dan membuktikan siapa yang paling layak memegang kendali bangsa Enom. Persaudaraan yang dulu erat berubah menjadi dendam yang tak berkesudahan. Di tengah kekacauan itu, muncul pertanyaan besar: apakah warisan sejati dari Enom dan Mesipatre adalah kejayaan atau kehancuran? Dan apakah di antara darah dan debu peperangan masih ada harapan untuk kembali bersatu? Tanah Etnis Enom adalah kisah epik tentang ambisi, kekuasaan, dan perjuangan identitas dalam bayang-bayang sejarah yang terlupakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines