Anggara (The End).

Anggara (The End).

  • WpView
    Reads 169
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadComplete Fri, Jul 2, 2021
"Engkau seperti air hangat yg mampu melelehkan es nya dan seperti angin yg menerpa debunya. Aku mencintaimu sampai rasanya dunia pun akan kutinggalkan demi bersamamu,,aku menyayangimu dan mungkin akan ku gapai langit malam agar bisa melihatmu.You my firs love Marisa"Anggara. "Engkau seperti hujan yg datang tanpa sengaja dan tanpa mengucap kata pergi seakan kau akan selalu bersamaku. Pertemuan tanpa sengaja dengan detik dan waktu yang tak terkira,, aku melihat sisi baik mu hingga meluluhkan hatiku yg tak pernah terisi dan hampa dalam kekosongan,,Is my firs love Anggara"Marisa. #Cerita pertama Author# #Mau yang seru?? Kiw tunggu kisah sebelah fiks seru bnget! #
All Rights Reserved
#515
humoris
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hello, Future!
  • The Disappearance of Butterfly
  • Something Different
  • ANGGARA & ARUNIKA
  • SETULUS CINTA SANG MUALAF
  • ALIF 2 : AGEN[IUS]
  • [END] Blind Rainbow
  • Hi Crush! (udah selesai)
  • THE CLIMB [Completed]

Rank #5 - roman (26 Feb 2021) Rank #3 - acak (15 Maret 2021) Rank #2 - fiksiumum (11 April 2021) "Assalamualai...." Salamnya terputus ketika netranya menangkap sosok yang membuka pintu ternyata bukan pemilik rumah. "Assalamualaikum." Ujarnya mengulang salam. Laki-laki di depannya mengernyit bingung. "Kamu siapa?" Tanya laki-laki tersebut sambil memastikan sesuatu ke arah gerbang. "Saya Melva Laksamana, Om." Jawabnya mantap. Gadis yang bernama Melva tersebut mengikuti arah pandang laki-laki di depannya ke arah gerbang. "Saya nggak tanya nama kamu. Saya tanya siapa kamu?" Mendengar pertanyaan sarkas tersebut Melva menyengir lebar, sadar kesalahannya. Tapi bukankah itu jawaban umum dengan menyebutkan nama untuk menjawab pertanyaan siapa kamu? Ah sudahlah. Lebih baik ia segera menjawab. "Saya orang, Om." Jawabnya akhirnya. "Om nyari apa?" Tanya Melva kemudian karena atensi laki-laki di depannya masih menelisik gerbang di sana. Laki-laki itu baru memperhatikan gadis di depannya ini. "Kok kamu bisa masuk? Kamu mau nyari sumbangan, kan? Kamu salah alamat." Tuding laki-laki tersebut. Melva bengong mendengar tuduhan tak berdasar yang di ajukan kepadanya. Ternyata dari tadi laki-laki di depannya memastikan keberadaan Mang Jaya, satpamnya, karena kenapa Melva bisa masuk. "Saya bukan meminta sumbangan, Om. Saya ke sini mau jemput rejeki." Tuturnya. "...." Baru saja laki-laki tersebut akan menjawab. Namun suaran lain dari dalam rumah tersebut lebih dulu menyela.

More details
WpActionLinkContent Guidelines