[NOT] A Perfect Marriage

[NOT] A Perfect Marriage

  • WpView
    Reads 418,104
  • WpVote
    Votes 14,002
  • WpPart
    Parts 98
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 22, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Cinta tergila-gila pada Tahta, tapi Tahta sama sekali tidak pernah memandangnya sebagai seorang wanita yang bisa dia cintai. Mereka mungkin sering terlihat bersama, tapi perasaannya keduanya jauh berbeda. Tahta sama sekali tidak menginginkan Cinta seperti yang Cinta inginkan. Hingga suatu hari, Cinta mengambil langkah besar dalam hidupnya. Dia mempertaruhkan kebahagiaan dan hubungan manisnya dengan Tahta. Mengikuti keinginannya Laras ... menikah dengan Tahta. Diterima kah? Bahagia kah? Atau malah sebaliknya? ----------------------------- "Apa mereka anakku?" "Apa kau pernah merasa memiliki anak dariku?" "..., tapi mereka begitu mirip denganku." "Itu karena aku sangat membecimu saat mengandung mereka." ________________________________ Tolong dukung author dengan memberikan VOTE dan KOMENTAR.
All Rights Reserved
#794
divorce
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bukan Salah Karma [Terbit]
  • TEARS: Independent vs Gentleman
  • Pregnant with Rebel Prince (SELESAI)
  • FAITH: My Second Marriage (Buku Ready)
  • PERJODOHAN GUS & NING || ON GOING
  • The Blooming Lady [completed]
  • REGATHAN [END]

TERSEDIA DALAM VERSI PDF Definisi terbaik dari istilah 'Jodoh' itu apa? Jika menikah = Bertemu jodoh, Seharusnya aku tidak menjadi janda dua kali! Aku tahu, Baik buruknya perbuatan manusia akan selalu menemukan balasan. Tapi mengapa balasan yang aku dapat sesakit ini? Padahal yang selalu ku berikan adalah Cinta. Hingga pelan-pelan aku menyadari, Takdir membawaku pada kenyataan, bahwa setiap hal yang terjadi adalah pembelajaran, bukan karma. _____________________ "Ini bukan akal-akalan kamu untuk balas dendam padaku?" Selidikku. "Aku tidak tertarik bermain-main dengan wanita hamil. Pulanglah! Besok jangan sampai terlambat." Yah, sepertinya ini sudah menjadi jalan hidupku. Kembali berhadapan dengan Bagas Cipto mantan suamiku. Tidak ada pilihan lain, aku hanya perlu berdamai demi mendapat tambahan penghasilan. Minimal bisa mencukupi untuk biaya kelahiran anakku beberapa bulan lagi. Dan aku berharap. Bagas bisa memperlakukanku dengan sebagaimana mestinya. Aku hanya ingin menjadi karyawan biasa di sana, tanpa perlu disangkutpautkan dengan masa lalu antara kita.

More details
WpActionLinkContent Guidelines