Sin of obsession

Sin of obsession

  • WpView
    LECTURAS 3,268,646
  • WpVote
    Votos 132,529
  • WpPart
    Partes 70
WpMetadataReadConcluida mar, jul 11, 2023
Seseorang menekan tubuhnya dan menempelkan tubuhnya pada Kimora hingga nafas keduanya memburu saling bersahut. "Kau terlambat, Kim." Suara itu terdengar serak dan dalam. Tubuhnya yang setengah polos semakin ia tempelkan pada tubuh Kimora. Menikmati lengan kecil Kimora sesekali menyentuh tubuhnya. Kimora meneguk salivanya. Perasaannya mendadak cemas apalagi saat mendengar suara kunci pintu kamar itu. "Mari bermain, Kim." Seringai Gio melirik pada segelas susu yang masih berada di genggaman Kimora. Terlihat isinya sudah berkurang karena tumpah ke lantai. #1 Bad 4/7/22 #1 mature 19/7/22 #4 youngadult 17/7/22
Todos los derechos reservados
#13
posessive
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • WILD & HOT
  • BARELLINE RADEVEN
  • The Darkness Of The Kalan [END]
  • Whispers of the Rose (ON GOING)
  • Little Strawberry Girl
  • SWITCH [End]
  • OOSHANKA
  • Toxic Relationship
  • LOS ANGELES (family issues)

[WARNING : 21+, mature content, harsh word, violence, bloody, crime.] Baila, putri keluarga Marlow yang dikenal kejam, terbiasa memegang kendali atas segala hal. Namun, tak ada yang tahu bahwa jiwanya bukan milik dunia ini-ia adalah sang pengarang yang terperangkap dalam kisahnya sendiri. Kehadiran Bastian, seorang tawanan yang seharusnya tak lebih dari sekadar budak, perlahan mengusik dunianya, seakan menantangnya dalam permainan yang seharusnya ia kendalikan. Terperangkap dalam permainan manipulasi dan hasrat, keduanya saling menguji hingga batas terakhir. Saat kebencian dan ketertarikan bercampur, siapa yang akan mengendalikan siapa? *** Jari-jari Bastian melingkari pergelangan tanganku, mencengkeram dengan tekanan yang membuatku sulit bergerak, tapi tetap terasa menggodaku. Tatapannya gelap, penuh kelaparan yang tak tersamarkan saat ia mendekat, suaranya nyaris seperti bisikan beracun di telingaku. "Do you have any idea how badly I want you, princess?" Aku menahan napas, tubuhku menegang di bawah intensitas tatapannya. "Bastian-" "Every night, I imagine you beneath me, trembling, begging for more."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido