
Marcell adalah sosok pria miskin, jelek dan culun memiliki cita-cita, kelak menikah dengan seorang gadis cantik. Namun, setiap cintanya selalu di tolak karena dia yang tidak good looking. "Aku pernah, menyatakan cintaku pada seorang gadis, tapi dia menolakku dengan alasan aku terlalu baik untuknya." "Ya, pantas dia berkata begitu. Kau memang terlalu baik untuk gadis matre dan pandang tampang sepertinya. Jadi, tugasmu sekarang, hanyalah membuktikan padanya, bahwa apa yang dia katakan adalah benar!" "Terimakasih, Amora!" Marvel tersenyum, wajah frustasi dan putus asanya seketika pudar. Amora, seorang gadis cantik yang selalu ceria. Tetangga kos Marvel. Dia memiliki hobi melukis, dan hunting foto. Keduanya bersahabat ketika Marvel ketahuan sering meletakkan sarapan di depan pintu kamar kos Amora. Bagi Amora, Marvel adalah pria baik yang memiliki ketulusan yang tidak dimiliki oleh pria yang pernah dia kenal di luar sana. "Aku mencintaimu. Maukah kau menikah denganku?" Marvel menatap lekat kedua mata Amora. Amora gelagapan. Untuk menolak tidak tega membuat pria baik itu sakit hati untuk yang kesekian kalinya. Jika menerima... Ah, sayangku padanya tidak lebih dari sebatas sahabat. Untuk mencintai aku tidak bisa, karena di hatiku hanya ada Gio.Todos los derechos reservados
1 parte