NEXT LEVEL

NEXT LEVEL

  • WpView
    Reads 1,372
  • WpVote
    Votes 145
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 15, 2023
18+ Cerita ini mengandung adegan dewasa, tindakan kekerasan dan juga perkataan kasar. Takdir mungkin memainkan peran dalam hidupnya kali ini. 18 tahun, bukanlah hal yang singkat bagi pemuda manis yang bernama, Gulf Kanawut. Semua bagaikan mimpi di siang bolong. Saat ia asik tertidur, mimpi yang terasa nyata ia rasakan. Bukan, lebih tepatnya mimpi itulah kenyataan yang harus ia jalankan. Termasuk bertemu dengan seorang Vampir dingin yang bernama, Mew Suppasit. Garis takdir dan peruntungan nasib sangat Gulf butuhkan. Bahkan mungkin lebih dari itu, karena rahasia besarnya akan mengundang pertumpahan darah bagi tiga klan sekaligus. 9 Juni 2021 Aeri Clarista
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I CHOOSE YOU END
  • misunderstanding🔞 (END)
  • Mine or Not ?
  • '•Accompany Mew•' {END}
  • 𝙼𝚈 𝚃𝙴𝙰𝙲𝙷𝙴𝚁 𝙸𝚂 𝙼𝙸𝙽𝙴 [𝙼𝙴𝚆𝙶𝚄𝙻𝙵] 𝙴𝙽𝙳
  • Thank You, My sunshine [ MG ] Completed ✓
  • MENGHARGAI ||MewGulf}{
  • Baby Kana [REVISI]
  • Sweet Revenge

Semua orang masih kaget dengan ucapan Mew, yang di jodohkan dengannya ada lah sulung dari keluarga kanawut bukan si bungsu. "Aku hanya akan menikah dengan Gulf, aku tidak akan menikah dengan anak keluarga kanawut kecuali dengan Gulf" Mew menatap Gulf. Gulf hanya tercengang, apa-apan calon kakak ipar nya ini. Mew mendekat ke arah Gulf dan berbisik padanya. "Aku akan mengajarimu balas dendam yang indah, Ayo keluar dari neraka ini" bisik Mew. Gulf hanya terpaku, apakah Mew tau apa yang di alaminya? Ah ya barusan Mew mencegah ayahnya membunuhnya. Mew memeluk Gulf kemudian berbisik kembali. "Balas ciuman ku dan kau akan melihat surga" bisik Mew lagi kemudian mencium Gulf, Gulf terdiam dan entah setan dari mana dia akhirnya membalas ciuman itu, dia melihat dari sudut matanya bagaimana Natharin menghentakkan kakinya kesal. Dia juga melihat sang ibu yang menggeram marah dan sang ayah yang terpaku, dia bahagia melihat pemandangan ini. Pergumulan lidah itu terus berlanjut, tidak ada diantara mereka berdua yang ingin menghentikannya, sampai akhirnya mereka melepasnya karena kehabisan napas. Tidak ada yang berani membuka suara setelah melihat ciuman panas itu, sampai akhirnya Mew membuka suara. "Bagaimana ayah?" Tanya Mew pada ayahnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines