Is He A Fishman?

Is He A Fishman?

  • WpView
    LECTURES 1,349
  • WpVote
    Votes 78
  • WpPart
    Chapitres 6
WpMetadataReadContenu pour adultesEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mer., août 4, 2021
Terus berjalan tak tentu arah. Itulah yang sejak tadi kulakukan. Terus melangkah mencari tempat dimana setidaknya bisa kubuat untuk berlindung untuk sementara waktu. Tak kujumpai seorang pun. Dan disinilah aku berada saat ini. Ditengah hutan lebat yang rimbun dan menakutkan bagiku. Kukira perjalanan yang akan kami - sekeluarga lalui akan sangat lah menyenangkan. Maklum ini adalah perjalanan kami setelah sekian lama tak bisa meluangkan waktu untuk bersama. Kupikir akan berjalan mulus sesuai rencana tapi yang terjadi sangat lah mengerikan. Mobil yang kami - sekeluarga tumpangi jatuh ke jurang dengan aku sendirian yang masih tersisa. Aku terlempar dari dalam mobil tepat sedetik sebelum mobil keluaran salah satu pabrik mobil besar di jepang itu jatuh ke jurang dan meledak hebat. Dan ini adalah hari ke 2 dimana aku terus berjalan mencari jalan keluar dari hutan ini. Tapi nihil. Aku tak bisa menemukan jalan raya. Entahlah mungkin aku justru semakin masuk ke dalam hutan. Aku juga tak tau. Seperti mendapat hadiah jackpot, aku bisa tersenyum senang saat aku menemukan sebuah sungai dangkal yang cukup jernih. Akhirnya aku bisa minum setelah 2 hari berjalan tanpa bisa minum seteguk air pun. Deg. Aku melihat seseorang baru saja keluar dari dalam air. Padahal kurasa sungai ini dangkal. Tapi dari mana sosok pria itu datang? Kenapa aku tak menyadarinya? Ya dia adalah seorang pria tampan dengan rahang tegas, tubuh tinggi dan berotot kuat. Kulitnya putih bersih dan berkilauan saat terkena sinar matahari. Ia hanya mengenakan celana bahan berwarna putih tulang yang membuat aura ketampanannya semakin menguar. Dan yang membuatku terkejut setengah mati adalah sosok itu tersenyum sambil menunjuk ke arahku. Ya tuhan. Siapa dia? Apa yang ia inginkan dariku? Ini story baruku... Genre fantasy again ya... don't be plagiator... Jangan jadi pembaca gelap ya... Jangan lupa kasih vote n komen kalian ya... see you soon...
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • 2Z Love Story (Zoya & Zio) END
  • TAMARA
  • Squirt JOB.
  • Brave Alone
  • Lembayung
  • [COMPLETED] 7 Days
  • Nouveautés [𝐓𝐑𝐀𝐍𝐒���𝐌𝐈𝐆𝐑𝐀𝐒𝐈 𝐄𝐍𝐃]
  • Lain Dunia (Tamat)
  • THE FATE (✔)
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]

Hari ini adalah hari senin. Aku memulai hari dengan senandung sambil berjalan ke Sekolah. Sekolahku yang berada cukup dekat dengan rumah memudahkanku untuk menjangkaunya. Sebuah mobil dengan kecepatan tinggi melaju disampingku tepat saat itu terdapat kubangan lumpur yang cukup dalam di jalan raya. Byuuur, Sontak seluruh seragamku basah dengan air lumpur. Kurang ajar sekali orang itu. Awas aja kalau sampai ketemu lagi bakal kuhajar orang itu. "isssh... sial sekali aku hari ini..." Aku mengelap baju seragamku yang terkena air kubangan. Ku akui aku agak risih dengan pakaian basah. Tapi apa boleh buat aku harus memakainya sampai akhir hari nanti. Pulang sekolah aku sangat terkejut saat melewati pagar rumah. Ada sebuah mobil mewah terparkir di luar. Aku ingat mobil itu. Itu adalah mobil yang sama yang membuatku kedinginan seharian ini karena pakaian yang basah. Aku akan menghajar pemiliknya. Pasti. Aku membuka pintu rumah perlahan, disana ada seorang pria dengan setelan jas lengkap berwarna hitam yang mencolok. Astaga, mana bisa aku menghajarnya? Dia... Ku akui ia tampan, hidungnya mancung, rahangnya tegas dan memiliki tubuh yang tinggi dan kekar. Kurasa ada roti sobek di perutnya. Eum, bukan roti sungguhan maksudku six pack. Tau kan? "oh Zoya, kau sudah pulang nak... Kenalkan ini nak Zio... Dia anak yang baik nak.. Dia mau melamarmu, zoya..." Ibu mendudukkanku di sampingnya. Aku memicingkan mata melihat wajahnya. Tatapannya datar persis seperti tembok. "apa?" Aku terkejut setengah mati. Apa yang baru saja ibu katakan. Pria tembok itu mau menikahiku? Aku kan masih sekolah? Aku menatap wajah lelah ibu. Aku tak Tega membuatnya kecewa. Apa yang harus kuperbuat, tuhan? Haruskah aku menikahinya atau memilih kabur saja dari rumah..? Tbc. Baca kelanjutan cerita romanceku ya... Sekali baca satu part pasti bakal ketagihan.. No plagiat ya... Hak cipta dilindungi undang undang.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu