Is He A Fishman?

Is He A Fishman?

  • WpView
    Membaca 1,354
  • WpVote
    Vote 78
  • WpPart
    Bab 6
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Agt 4, 2021
WpInfo
Fiksi
Fantasi
Terus berjalan tak tentu arah. Itulah yang sejak tadi kulakukan. Terus melangkah mencari tempat dimana setidaknya bisa kubuat untuk berlindung untuk sementara waktu. Tak kujumpai seorang pun. Dan disinilah aku berada saat ini. Ditengah hutan lebat yang rimbun dan menakutkan bagiku. Kukira perjalanan yang akan kami - sekeluarga lalui akan sangat lah menyenangkan. Maklum ini adalah perjalanan kami setelah sekian lama tak bisa meluangkan waktu untuk bersama. Kupikir akan berjalan mulus sesuai rencana tapi yang terjadi sangat lah mengerikan. Mobil yang kami - sekeluarga tumpangi jatuh ke jurang dengan aku sendirian yang masih tersisa. Aku terlempar dari dalam mobil tepat sedetik sebelum mobil keluaran salah satu pabrik mobil besar di jepang itu jatuh ke jurang dan meledak hebat. Dan ini adalah hari ke 2 dimana aku terus berjalan mencari jalan keluar dari hutan ini. Tapi nihil. Aku tak bisa menemukan jalan raya. Entahlah mungkin aku justru semakin masuk ke dalam hutan. Aku juga tak tau. Seperti mendapat hadiah jackpot, aku bisa tersenyum senang saat aku menemukan sebuah sungai dangkal yang cukup jernih. Akhirnya aku bisa minum setelah 2 hari berjalan tanpa bisa minum seteguk air pun. Deg. Aku melihat seseorang baru saja keluar dari dalam air. Padahal kurasa sungai ini dangkal. Tapi dari mana sosok pria itu datang? Kenapa aku tak menyadarinya? Ya dia adalah seorang pria tampan dengan rahang tegas, tubuh tinggi dan berotot kuat. Kulitnya putih bersih dan berkilauan saat terkena sinar matahari. Ia hanya mengenakan celana bahan berwarna putih tulang yang membuat aura ketampanannya semakin menguar. Dan yang membuatku terkejut setengah mati adalah sosok itu tersenyum sambil menunjuk ke arahku. Ya tuhan. Siapa dia? Apa yang ia inginkan dariku? Ini story baruku... Genre fantasy again ya... don't be plagiator... Jangan jadi pembaca gelap ya... Jangan lupa kasih vote n komen kalian ya... see you soon...
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • Lain Dunia (Tamat)
  • Squirt JOB.
  • THE FATE (✔)
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]
  • SINGASARI, I'm Coming! (END)
  • Zaici Huilai
  • Lembayung
  • A Tale Of True Love (Selesai)
  • Hantu Naci Piuu! [END]

🥀Cerita ini 100% karangan dari saya sendiri jadi mohon di hargain, jika memang tidak suka maka tidak usah di baca dan jika suka jangan lupa beri vote dan komen yaksss!!! ⚠️ INGAT DI LARANG PLAGIAT, COPY PASTE, MENIRU, MENJIPLAK, ATAU SEJENIS NYA. DON'T! Saya mungkin tidak tahu tapi allah tahu. Rintik hujan perlahan jatuh dari langit kelabu, tetesannya menimpa tanah kering dan retak, menciptakan lingkaran-lingkaran kecil yang segera lenyap bersama debu. Namun tak lama, langit seolah tak sanggup lagi menahan kesedihannya. Hujan turun semakin deras, membasahi tubuh seorang gadis yang berdiri diam di tengah kehancuran. Luka menganga di hampir seluruh kulitnya, darah mengalir perlahan, menyatu dengan air hujan yang mengalir di tanah. Namun ia tetap tak bergerak. Pandangannya kosong, tatapan hampa tanpa harapan, seolah jiwanya telah pergi jauh meninggalkan raganya yang lelah. Di sekelilingnya, dunia yang dulu penuh kehidupan kini tinggal puing dan arang. Tanah yang dulu dihiasi hamparan rerumputan hijau telah terbakar hingga hitam dan tandus. Pohon-pohon yang dulunya menjulang kokoh kini rebah, patah, dan hangus, tak menyisakan satupun daun yang selamat. Segala yang dulu indah, kini lenyap tanpa jejak, tersapu oleh sesuatu yang lebih kejam dari waktu, kehancuran yang tak memberi ampun. "Aku menghancurkan semuanya ... Aku seorang monster!" bisiknya lirih, dan setetes air mata mulai mengalir keluar dari ujung matanya, tak bisa dibedakan apakah itu air hujan atau air penyesalan. "Aku menyakiti orang-orang, aku membunuh orang tak bersalah ... Aku benar-benar seorang monster!" Air matanya menetes, bercampur dengan darah dan hujan. Dan dari bibir pucatnya, hanya satu kalimat yang terus berulang kali dia ucapkan, seperti sebuah mantra penyesalan yang tak berujung. "Maaf ... maafkan aku ... maaf ...." Dibuat : Rabu/13/April/2023 Selesai : ??? Written by :AYA_MNK ©hak cipta dilindungi Allah SWT

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan