Dari sana, ia bercerita

Dari sana, ia bercerita

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 13, 2021
"Sekuat apapun kamu, yang nama nya manusia pasti ada titik lelah nya. Gapapa ko kalau kamu sedih. wajar. Tapi inget, secukupnya ya. Karena yang berlebihan itu ga baik" Katanya, dan kalimat itu lah yang selalu terngiang-ngiang sekaligus menjadi penyemangat nya ketika ia berada di titik lelah nya. "Mungkin kalau aku ga inget mereka.. aku udah hancur, patah dan kalah duluan disaat bertarung dengan dunia yang terkadang kejam ini" "Dan aku juga beruntung bisa kenal sama kamu. Karena dengan hadir nya kamu, aku ga lagi ngerasa kesepian di dalam keramaian" lanjut nya dengan diiringi dengan senyuman terbaik nya. "Terima kasih, untuk semua nya. Dan selamat sekaligus terima kasih, Lo berhasil buat gue jatuh cinta dengan segala pesona yang ada dalam diri lo" Ucapnya dengan tulus. "Yang nama nya teman, ya teman aja. Ga usah bawa-bawa perasaan. Baperan lu, kaya ABG aja" //- Biarkan aku menceritakan apa yang aku rasakan. Biarkan aku untuk mencintai mu dengan sejuta perasaan. Dan dari sana, ia bercerita.
All Rights Reserved
#265
self
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Let Me Love You Longer
  • Harapan tak Stabil (ONE SHOOT-COMPLETED✔)
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • Sebuah Rasa
  • Maaf, Aku Terlambat END✅
  • 00.00
  • Tulisan Sastra✔
  • Tokoh Utama
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)

Ini mengenai gadis manis yang pendiam dan gemar menari. Merahasiakan segalanya di balik senyum dan tawa ceria. Sampai pada saat rahasianya tak lagi dapat ia sembunyikan. "Gue nggak tau, sampai mana gue bisa bertahan. Tapi yang pasti, gue sayang sama lo." Bibir gadis itu tersenyum. "Andai gue bisa memilih, gue bakalan milih buat nggak kenal orang kayak lo, daripada akhirnya lo ikut menderita karena gue," sambung gadis itu. "Dan andai gue bisa memilih, Mil, gue bakalan milih buat nggak pernah terlahir daripada akhirnya gue harus nyaksiin gimana sakitnya orang yang gue sayang berjuang buat bertahan hidup." °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°° JANGAN LUPA FOLLOW, GUYS!-♡ Halo, ini ceritaku yang ketiga di sini. Pastikan kalian baca sampai akhir, ya. Dan satu lagi, jika ada kesamaan nama tokoh, latar, atau apa pun dalam cerita ini, itu semua murni ketidaksengajaan. Harap dapat dimaklumi dan tidak langsung menjatuhkan. Oiya! Disclaimer aja, ceritanya lumayan singkat. So, pastiin jangan terlalu nyaman atau dighosting. Sudah cukup real life kalian dighosting, di cerita, kuharap jangan, xixi^^ Happy Reading-♡ Cover by : Pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines