Story cover for Our Blues by saptr_21
Our Blues
  • WpView
    Reads 107
  • WpVote
    Votes 34
  • WpPart
    Parts 17
  • WpView
    Reads 107
  • WpVote
    Votes 34
  • WpPart
    Parts 17
Ongoing, First published Jun 09, 2021
Dia memejamkan mata, membiarkan semilir angin menerpa wajahnya. Untuk sesaat Kana merasa sejuk, hatinya menjadi tenang. 

Namun, tangan Kana menghangat akibat genggaman seseorang. Belum sempat membuka mata dirinya sudah ditarik jatuh oleh orang itu.

"Ajak gue juga kalau mau mati."

Byurrr....
All Rights Reserved
Sign up to add Our Blues to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Vericha Aflyn ✔️ by Icacty_
58 parts Complete
#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"
You may also like
Slide 1 of 10
The Art of Letting Go cover
I'm okay (END) cover
Unmyoung❤ [On Going] cover
Dear You cover
ARIN cover
ANANDITASWARA [TERBIT] cover
ADARA [End] cover
Vericha Aflyn ✔️ cover
Diary Zofanya cover
ARA - REVISI cover

The Art of Letting Go

34 parts Complete

Awan menatap gadis di hadapannya dengan sorot mata yang meneduhkan, seperti mencoba menerjemahkan setiap rasa sakit yang tak bisa terucap. "Yang penting itu bukan siapa yang akan tinggal atau pergi nantinya, tapi yang paling penting itu gimana cara lo belajar buat menerima dan mengikhlaskan. Kehilangan gak akan terasa sesakit itu lagi kalau lo tahu caranya," kata Awan. Perlahan, ia mengamit jemari Letta. Gadis itu sempat berusaha melepasnya, namun Awan menggenggam lebih erat, memberi kehangatan di tengah dinginnya angin yang menyelinap dari jendela kamar yang terbuka. Letta terdiam sesaat, menunduk, namun akhirnya suara pelannya pecah. "Gimana caranya?" "Nanti Kita berdua yang bakal cari tahu hal itu sama-sama, Let."