Our Blues

Our Blues

  • WpView
    reads 131
  • WpVote
    Stemmen 34
  • WpPart
    Delen 17
WpMetadataReadLopende
WpMetadataNoticeLaatst gepubliceerd zat, mrt. 11, 2023
Dia memejamkan mata, membiarkan semilir angin menerpa wajahnya. Untuk sesaat Kana merasa sejuk, hatinya menjadi tenang. Namun, tangan Kana menghangat akibat genggaman seseorang. Belum sempat membuka mata dirinya sudah ditarik jatuh oleh orang itu. "Ajak gue juga kalau mau mati." Byurrr....
Alle rechten voorbehouden
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • ARIN
  • Unmyoung❤ [On Going]
  • You Are Mine [Terbit]
  • ALEAGAS [END]
  • ZEYA
  • It Always Has to Be You [On Going]
  • Aroma Mu Adalah Obat Ku [END]
  • Let Me Love You Longer
  • Vericha Aflyn ✔️
ARIN

"kita putus!! "kata arka sambil menunjuk karin. Semua yang berdiri dismping kanan kiri mereka semua terkejut, dan tercengang apa yg dikatakan arkan Karin hanya diam dan bumkan mendengar kan pertuturan arkan Sampai akhirnya ia buka suara"kenapa?,alasan nya apa? "air mata karin kini sudah menetes,baru kali ini karin menangisi lelaki seperti ini. "loh tuh, cuma barng taruhan diaa!!!mana mungkin ia suka sama lo,dia juga udh punya pacar,dia pacarin lo karna dia gakmau mobil+motornya ilang"tutur farhah membuat semua yang ditengh lapangan tmbah kaget. Karin hanya bisa menahan malu, kecewa, sedih, marah, merasa bodoh kini semua nya berada di dia,semuanya,ingin sekali ia membunuh arkan sekarang, tpi ia mash ingat,klau bunuh orng akan msuk penjara. "selamat!!!,loh udah menang arkan, lo berhasil, sekali lagi selamat gue ucpin buat lo, selamat,semoga karma cepet dtang ke elo!!!! "ucap karin sambil menangis, dan langsung pergi meninggal kan lapangan.

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen