GHITA (On Going)

GHITA (On Going)

  • WpView
    Reads 155
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 28, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Hampir semua orang didekatnya menjauhinya, hampir semua orang didekatnya memiliki dendam padanya. Keluarganya, bahkan orang yang ia sayangi sekalipun. Dion, Sahabat kecilnya meninggalkannya dengan segudang tanya. Kakaknya Membencinya karena kesalahan pahaman. Sedangkan ibu dan ayahnya membencinya karena ia tidak pernah mencapai prestasi apapun. Entah disekolah maupun dirumahnya, ia belum pernah merasakan 'Bahagia' yang nyata. Dia adalah Ghita Ayu Purnama. Seorang gadis manis, yang Tanpa sengaja melakukan kesalahan hingga membuatnya dibenci oleh Keluarganya. Mampukah ia melewati hari-harinya yang buruk? Akankah kebenaran yang sebenarnya terungkap?
All Rights Reserved
#300
tekateki
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • GERA (SUDAH TERBIT)
  • FRISKA✓ [REVISI]
  • Tersisihkan ✓
  • Hilang
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • Dear of Natasya
  • Air Mata Elara

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

More details
WpActionLinkContent Guidelines