Apa Kabar, Khal?

Apa Kabar, Khal?

  • WpView
    Membaca 147
  • WpVote
    Vote 49
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Okt 8, 2022
"𝑺𝒆𝒎𝒖𝒂𝒏𝒚𝒂 𝑺𝒖𝒅𝒂𝒉 𝑩𝒆𝒓𝒖𝒃𝒂𝒉, 𝑺𝒆𝒑𝒆𝒓𝒕𝒊 𝑯𝒂𝒓𝒊 𝑲𝒆 𝑯𝒂𝒓𝒊." -ℳ𝒶𝒻𝓁ℯ𝓃𝓈𝒽𝒶𝓃. "Mau sampai kapan kamu ngehindarin aku kayak gini?" cegat Retta. "Lu gila, ya? Cewe ga ngotak!" bentak Haikhal pada gadis itu. "Kamu, jaw-" "Berisik, pertanyaan lu gak bermutu." ucap Haikhal dingin. •••• "Kamu, boleh marah sama aku. Tapi jangan kayak gini caranya, kamu pernah bilang sama aku, kalo kamu gak bisa marah sama aku, Ka!" ucap lembut gadis itu. "Itu dulu! Minggir lu." sentak Haikhal. •••• "Lu! Percuma kayak gini, Khal! Gada gunanya." "Gue benci dia, semua tentang dia!" •••• "Kamu pasti bisa, Ka, jangan nyerah!" "Muak gua liat muka lu!" ©Copyright2022
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • He's My Best Friend [END]
  • Cracked Love
  • R A G A V [END]
  • oppressor or oppressed? (TAMAT)
  • Deova
  • AVILASH (On Going)
  • Alexxa Or Clara [END]
  • KAYLA : I DESERVE TO BE LOVED
  • [Bukan] Couple Goals [SUDAH TERBIT]

Sudah [Tamat] ⚠️HARAM PLAGIAT" Aku nggak pergi. Aku hanya ada di hati kamu untuk sekarang,besok,dan selamanya," "I love you, Aretha Nararsya. You are the only one and forever." Aretha teringat kembali memorinya dengan Kara dan masih mengingat dengan jelas tatap teduh dari cowok itu. dia tersenyum hangat. Kemudian berkata "I love you Saskara Arkana. You are in my heart for now and forever." Aretha menatap makam itu dengan senyum hangat, lalu dia berdiri kaget melih Alva dengan tatap kosong sambil menarik tangannya memasangkan sesuatu di tangannya. "Dari Kara. Jangan untuk selamanya sampai mendapatkan cinta yang sejati. Simpan baik baik jika telah menemukan cinta itu." "Ayo sekarang kita ke bandara," ajak Alva mengulurkan tangannya pada Aretha. Aretha menerima tangan Alva tanpa sadar air mata itu lolos dari pertahanan kelopak mata Aretha. Semeliar angin menerpa wajah seorang menangis tertahan, dia masuk kedalam mobil matanya masih tertuju pada gundukan tanah itu walaupun mobilnya sudah berjalan jauh. "Aku tunggu kamu kembali dengan versi yang berbeda." _Saskara Arkana Krismantara_

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan