I Love You, Kapten!

I Love You, Kapten!

  • WpView
    LECTURAS 62
  • WpVote
    Votos 17
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, jun 10, 2021
Rella Niskala. Ia adalah ketua basket wanita most wanted. Di sekolahnya, siapa yang tidak mengetahui seorang Rella Niskala? Rella adalah gadis yang to the point dan apa adanya. Karena kepopulerannya, Rella memiliki banyak penggemar, apalagi kaum adam. Suatu saat, ada kejadian yang membuat Kapten Rella berdebat dengan laki-laki tinggi bertatapan dingin. Bukan itu saja, laki-laki itu adalah Rhai--- kapten basket yang tertutup. Rhai adalah pria yang cuek akan lingkungan sekolahnya. Rella dan Rhai berdebat sehingga Freya yaitu sahabat Rella, memisahkan mereka. Setiap bertemu, mereka tidak pernah akur sama sekali! Selalu... saja ada hal yang diributkan. Sehingga Rella menyadari, ada yang berbeda dari hati dan perasaannya. "Gua gak mau tau. Bakal gue taksir tuh cowok sampe dapet!" - Rella Niskala -
Todos los derechos reservados
#151
cowokdingin
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • ARZARA
  • 365 Day's to Fall in Love
  • The Truth About You (END)
  • Badgirl Vs Ketos(ongoing)
  • R&N (ON GOING)
  • The Cool My Boy Friend [TAMAT]
  • The Cool & Possesive Kakel
  • RAYFA[END]
  • vrai sentiment
ARZARA

Zara Nabila. Gadis yang selalu diperbudak oleh seorang Most Wanted Boy di SMA Dartawinangsa. Namanya, Arsa Anggara. Lelaki kasar nan galak yang selalu ingin dituruti apa maunya. Termasuk meminta gadis itu untuk mau menjadi pacarnya. Dan dengan terpaksa Zara pun menerimanya. Tidak ada yang tidak mungkin didunia ini. Termasuk Zara yang sepertinya perlahan-lahan mulai menyukai lelaki yang notabenenya sebagai pacarnya. Namun, memang keadaan tidak berpihak kepadanya. Kekasihnya itu tetap keras juga dingin dan tidak pernah memiliki perasaan terhadapnya. Menurutnya 'status bukan berarti kita harus memiliki perasaan yang sama'. Ya. Itu memang benar. Lalu, untuk apa ia memacarinya jika tidak memiliki perasaan sedikitpun? Kenapa ia tidak memacari gadis yang disukainya saja? Sampai di mana titik lelahnya telah memuncak. Semuanya berubah. Benar-benar berubah. Tapi, apakah perasaan itu masih sama? Apakah perasaan itu masih ada? [Cover diambil dari Pinterest dan diedit menggunakan Picsart]

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido