Akhir sebuah kapal

Akhir sebuah kapal

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 10, 2021
Ada saatnya yang berlayar akan pulang ketika gema kesunyian mulai memanggil namanya di sepanjang kegelapan, lalu kamu baru menyadari bahwa hati yang telah lama kau tinggalkan adalah sesal yang paling tidak bisa di bayar Ada saatnya yang sungguh akan sirna Disaat kapal yang dinanti tak kunjung sandar meski kerinduan terpampang seluas pelabuhan lalu setelah sekian lamanya kamu kini kembali, dia sudah tidak ada lagi. Ada saatnya yang bicara akan diam ketika semuanya terlalu jauh terlambat kau sadari bahwa pulau jawa ternyata lebih ramah daripada perairan tahuna, lalu dengan putus asa kau cari rumah yang dulu hanya kau jadikan singgah namun ia telah roboh jauh sebelum sunyi mengingatkanmu akan namanya, hingga tak ada lagi puing yang tersisa Ada saatnya yang tinggi akan jatuh ketika kamu dengan percaya diri mengira bahwa dirinya mau kembali lagi kepadamu hanya dengan bermodal sesal yang kau sebut berjuang. padahal dia sudah memutuskan untuk menyerah dan terbang Ada saatnya yang bermain akan gugur, patah dan hancur saat kau sadar bahwa dirinya telah berlayar jauh dan tak kan pernah kembali ke pelabuhan tahuna #tahuna #sulawesiutara #pelabuhanbaru #perompakygkejam
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Remember Me As A Time of Day✅
  • ALEYA~~
  • TIME will TELL {On Going}
  • Another Dimension (The End)
  • Flight
  • You are in my past and my future [END]
  • ALONE
  • The Destroyed House || Ice Allexan Allvaro [Selesai]

Tidakkah kau rasakan waktu berlalu begitu cepat? Ia hampir saja membuatku melupakan satu hal yang paling menyakitkan tentang dirimu. Tentang kau yang tiba-tiba hilang seakan ditelan bumi. Tentang lenyapnya impian yang pernah kita rangkai bersama. Hidup bahagia dalam bahtera rumah tangga. Dan membangun sebuah keluarga kecil yang bahagia. Bahkan semua itu telah kita susun sedemikian apik dan terlaksana sesuai harapan. Namun ternyata kenyataan menamparku dengan kepergianmu. Kehidupan kita yang aku damba-dambakan sekarang hanya menjadi sebatas imajinasi. Sejak kepergianmu tak ada satu haripun yang aku lewati tanpa memikirkanmu Berulang kali ku paksa memoriku untuk memutar deretan hari yang kita lewati bersama kedua buah hati kita sebelum kepergianmu itu, berharap aku bisa menemukan jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaan yang menghantuiku. Namun tak ada satupun dari rentetan kenangan itu yang menjawab kegelisahanku. Sampai akhirnya waktu, benar membuatku terbiasa. Mencoba menghapus semuanya meski seringkali dadaku sesak karena tangis yang tak bisa kulepas. Dan kini sudah dua tahun kisah kita berakhir tanpa kata pisah Dan takdir seolah mempermainkanku dengan mempertemukan kita kembali secara tidak sengaja Kau masih sama, tidak ada yang berubah Kau masih seperti sosok yang dulu membuatku jatuh hati Tapi yang membuatku terpukul adalah Tuhan merenggut ingatanmu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines