Road ; shuhua - wonpil

Road ; shuhua - wonpil

  • WpView
    GELESEN 354
  • WpVote
    Stimmen 41
  • WpPart
    Teile 7
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Mo., Juli 11, 2022
Sejak kepergian orang tua nya kini tidak ada suara lembut yang mendongengi Wildan lagi tiap malam,hanya hening dan senyap yang menyelimuti kamar Wildan. Tidak ada tubuh ibu nya yang mendekap Wildan dari dingin nya malam.Hanya kain tipis bekas sarung, yang membalut tubuh Wildan tiap malam.Sebagai ganti dari dekapan ibu. Setelah kepergiaan orang tua Wildan,Sarayu memiliki jasa yang besar di hidup si pecundang plago-plogo, julukan yang disematkan Wildan Nareswara.Dia yang selalu menemani setiap langkah perjalanan hidup Wildan yang terjal dan penuh lika-liku. Sampai suatu sumpah terucap oleh Wildan,berjanji tidak akan jatuh cinta pada gadis mana pun kecuali Sarayu yang setia menemani. Lalu bagaimana jika suatu saat Wildan mengingkari janjinya pada Sarayu,Bagaimana jika Wildan justru menaruh hati pada Oceanna. Kim Wonpil as Wildan Yeh Shuhua as Sarayu
Alle Rechte vorbehalten
#644
mina
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • I'm Not the Protagonist (Completed)
  • WHY
  • Asmaraloka
  • Dear Letnan|TNI✔
  • NIRMALA [✓]
  • Goblok Epriwer (MinSung)✔
  • Rumah Untuk Pulang
  • Gangnam Avenue 9
  • [Terjemah] SAVE ME, KEEP ME | MarkChan GS ✔️

Dahyun sangat bersemangat membaca novel yang dia temukan di rumah kosong. Bukan hanya ceritanya yang seru, tapi karena nama dua karakter dalam novel tersebut. Im Jeongyeon dan Lee Dahyun. Namun dia tiba-tiba kehilangan minat setelah mengetahui bahwa dua karakter itu mati dengan mengenaskan di tangan protagonis. Dahyun menutup novel itu dan melihat ke arah Jeongyeon yang sedang sibuk dengan laptopnya. Dia tiba-tiba menjadi tertarik dan bertanya, "Hei, Jeong. Jika itu kau, bagaimana kau akan mengubah nasib tragismu?" Jeongyeon melirik Dahyun dan berkata, "Tidak pernah berhubungan dengan wanita itu." Dahyun tertawa terbahak-bahak, merasa bahwa ini adalah sesuatu yang bisa dilakukan Jeongyeon. Dia melambaikan tangannya dan berkata, "Jika itu aku, aku akan langsung menemuinya untuk meminta maaf dan bersujud di kakinya. Jika cara ini masih tidak berhasil, aku hanya bisa makan dan menunggu untuk mati." Jeongyeon tertawa dan kepalanya yang tegang mulai mengendur, "Kau benar-benar konyol. Mana mungkin kita bisa masuk ke dalam novel dan berpakaian seperti umpan meriam. Itu hanya omong kosong." Itulah hal terakhir yang di dengar Dahyun dari mulut Jeongyeon sebelum dia pergi ke kamar untuk beristirahat. Namun siapa sangka, begitu dia membuka matanya, Jeongyeon menemukan dirinya berada di tempat asing. Bahkan dia terbangun dengan posisi sedang membungkuk di atas seorang wanita, meraih sepasang pergelangan tangan ramping dengan tangan kanannya dan menarik tali jubah mandi dengan tangan kirinya. "Im Jeongyeon!! Tiba-tiba suara dingin terdengar di telinganya. Jeongyeon mengangkat kepalanya dan menemukan mata rubah yang dingin dan tajam. Wanita itu menatap dengan marah. "......" "Ayo kita bercerai!" Sial! Apa dia benar-benar masuk ke dalam novel?!

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien