Sweet Monster (REVISI)

Sweet Monster (REVISI)

  • WpView
    Reads 4,525
  • WpVote
    Votes 574
  • WpPart
    Parts 47
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 3, 2022
"did you just called me a bitch?" tanyaku santai. "yes, that's what you are" jawabnya sengit. "if i'm a bitch, what should i call you? a hoe? a whore?" Aku berdiri dan mengambil tasku lalu mengeluarkan beberapa dollar dari dompetku sembari berjalan ke arahnya. "belilah kaca dan berkacalah, kamu akan menyadari bahwa kamu tidak lebih baik dariku" ucapku dengan senyum tipis dan meletakkan uang itu di pangkuannya. Aku beralih mengangkat dagunya dengan tangan kananku dan membungkukkan sedikit badanku. "i'm sorry, darling. Kamu berurusan dengan orang yang salah" ucapku tersenyum manis padanya. - Apakah aku bisa bertahan hidup sendirian di sini? Dan Mattia gila itu?! Arghhh memikirkannya saja sudah membuatku pusing. Tapi Mattia lumayan juga. Tunggu, apa? aku tidak bisa mengatakan itu. Aku tarik lagi ucapakanku hahahahaha.
All Rights Reserved
#2
usa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Restart In Italy
  • Bad Boy Erlangga
  • Renjana : Arutala Dirgantara [Completed]
  • philopobhia
  • Danielza
  • Varrelentina
  • Live , Laugh , Love
  • Alkenio
  • Dibutakan oleh Hati.

[ COMPLETED & PRIVATE ] Kepercayaan Vanya terjun bebas ke bawah setelah melihat Alex bermain dengan wanita lain. Bukan hanya kepercayaan, kasih sayang, kesetiaan, rasa Cinta yang melekat, semuanya pupus perlahan. Jauh-jauh ke Spanyol dan melihat kejadian seperti itu dengan sangat jelas Vanya hancur sejadi-jadinya malam itu, melarikan diri ke club malam dan minum berkali-kali, sampai ia mabuk berat karena kadar alkohol yang tinggi Dan bertemu Raymond, awalnya Vanya pembuat susah bagi Raymond. Vanya hanya akan selalu Menyulitkan bagi Raymond. Alex yang selalu mengejar Vanya untuk meminta balikan, tapi hati Vanya selalu menolak dengan otaknya yang terkadang setuju. Vanya bimbang. Ragu. Bingung. Dan Raymond yang sulit dibaca. Vanya memutuskan untuk mengulang semua dari awal di Italy, biarkan hati ini luka, dengan goresan yang mendalam dan ketidakmampuan dirinya sendiri untuk mengobati luka itu. "Itu memang benar adanya, tapi aku sudah terlanjur, terlanjur lewat dari batas kehidupanku." terjadi jeda sebentar, "Dan menetap di kehidupanmu." tatapan mata lawan bicara nya tidak pernah lepas dari manik mata Vanya. Dia tidak pernah sekalipun berpaling. Dan Jawabannya yang sangat tegas. Dengan sekuat tenaga, Vanya berusaha menahan air matanya agar tak tumpah lagi di hadapan cowok itu, walau nada bicaranya sudah gemetar. "Kalau begitu keluar. Keluar dari kehidupanku." ©copyright 2016 by Bigwhiteroom

More details
WpActionLinkContent Guidelines