Anılar [On Going]

Anılar [On Going]

  • WpView
    Reads 7,412
  • WpVote
    Votes 1,493
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 6, 2021
[Update Setiap Hari Minggu & Rabu] Harapan itu membingkai kenangan yang membeku dalam kalbu. Jejaknya afeksi yang tidak memudar dalam atmosfer kehidupan. Membawa mimpi yang terbang membelenggu angan. Benar bahwa nasihat lama mengatakan: bagaimana pun kamu melupakan, akan ada satu titik di mana kenangan itu bisa terurai kembali dan membekas di dalam hati. Masa lalu. Mimpi. Kenangan. Harapan. Semuanya bersatu membingkai fragmen kehidupan baru bagi Gladys. Pertemuan tidak terduga itu malah menariknya pada roda perjalanan baru yang justru membuatnya tenggelam dalam balutan bayang. Ingin memiliki, ingin memberi harap namun langkahnya berbalik agar ia melepaskan segalanya. Musim dingin di Turki menjadi saksi bahwa kenangan itu telah hilang dan membeku seiring musim berlalu.
All Rights Reserved
#715
kasih
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Capuccino Sore Itu  ✅ [Tamat dan sudah Direvisi]
  • REMEMBER THAT ☑
  • SMARA DIKTA
  • ALYSTER
  • MAAF KAMI BARU KEMBALI [END]
  • Gus Ali Abizar {SELESAI}
  • imam terbaik ku (tamat) REVISI
  • LUMEN: Awal Perjalanan Takdir
  • CAHAYA AL-GHIFARI [NIKAH TAPI MONDOK][TAMAT]
  • Mahligai Cinta [END]✓

Aku tidak berani bermimpi. Mungkin ini adalah capuccino terakhir yang bisa kunikmati sambil berbincang berbagai basa-basi denganmu. Membicarakan konsep masa depan yang terlalu jauh, bagiku semacam menelan angan kosong. Lelah jiwaku bila terus berpura-pura menikmati obrolan yang membuatku ingin menghilang. Dan sore ini, setelah lama aku bersembunyi, kau pun datang lagi. "San, kamu kemana saja?" "Aku tidak kemana-mana hanya mengistirahatkan hati." "Jangan pergi lagi. Kita bisa menghadapinya bersama, kan? "Maaf, Kak. Kakak punya impian dan aku punya kenyataan. Aku tak mau menjadi perusak mimpi itu." "Tapi kau adalah sebagian impianku." "..." _________________________________________ NOTE : Cerita ini hanya fiktif belaka. Apabila terdapat kesamaan waktu, tempat, dan suasana hanya karena terinspirasi saja

More details
WpActionLinkContent Guidelines