Sebuah kata

Sebuah kata

  • WpView
    Reads 37
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 16, 2021
Kita adalah manusia. Tidak akan jauh dari kata salah. Tapi kita adalah manusia. Yang punya mimpi dan tujuan. Kita harus berbenah diri, memperbaiki yang salah dan memantapkan yang benar. Kita adalah manusia yang tidak akan kenal dengan kata menyerah, meski kita pernah lelah dan memilih untuk beristirahat. Tapi kita tidak akan memilih untuk berhenti. Itulah manusia yang punya punya impian untuk diwujudkan demi mereka yang menantikan kita berdiri dengan senyuman.
All Rights Reserved
#3
kesusahan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • Lelaki Berdada (Ketika Cinta Tak Direstui Tuhan)
  • Cinta Yang Tumbuh
  • HIJRAH UNTUKMU
  • Felicia> Januari With You
  • Menunggu Waktu, Menemukan Dirimu
  • What And or End Why
  • Tuhan Cinta Kita
  • L.E.L.A.K.I

Dua remaja. Dua keyakinan. Satu perasaan yang tumbuh diam-diam... lalu meledak diam-diam. Di balik tatapan mata yang saling mencari, ada rahasia yang tak bisa diucap. Di antara langkah-langkah mereka yang tampak biasa, ada jalan terjal yang tak terlihat oleh siapa pun. Ini bukan kisah cinta biasa. Jere dan Wulan dipertemukan oleh sesuatu yang tak bisa dijelaskan, namun dipisahkan oleh kenyataan yang terlalu jelas untuk diabaikan. Mereka mencoba melawan-kadang dengan keberanian, kadang hanya dengan harapan. Tapi semakin mereka mendekat, dunia seperti menarik mereka menjauh. Setiap pertemuan menyimpan luka tersembunyi. Setiap keputusan menyisakan jejak yang tak kasat mata. Mereka saling mencintai, tapi juga saling menyakiti... karena cinta mereka berjalan di tepi jurang yang rapuh. Dan yang paling misterius dari semuanya: Apakah perasaan itu nyata? Atau hanya bayangan dari sesuatu yang pernah mereka miliki-dan sudah lama pergi? Di balik setiap dialog, setiap diam, setiap janji yang tak pernah selesai diucapkan... ada teka-teki besar: Apakah cinta memang cukup untuk menyatukan dua jiwa yang ditakdirkan berbeda sejak awal? Atau justru cinta-lah yang akhirnya menghancurkan mereka?

More details
WpActionLinkContent Guidelines