Mellifluous [HIATUS]

Mellifluous [HIATUS]

  • WpView
    LECTURAS 1,201
  • WpVote
    Votos 111
  • WpPart
    Partes 7
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, sep 19, 2021
Jika instrumen musik digunakan untuk menghasilkan bunyi dan nada, maka butuh seseorang pemilik suara indah untuk menyempurnakannya. Gautama Omkara Wasa, kesempurnaan yang membuat suaranya bergema membentuk gelombang indah di atas kuda besi, membuat simpulan bahwa ia telah mendapatkan kesenangan abadi. Manipulasi atma yang ingin mendapatkan untung sering berdatangan dan menyesatkan. Arshavina Bina Denallie, wanita luar biasa yang mampu menyembunyikan sisi gelap dengan cover malaikat. Lingkungannya memaksa diri untuk pintar menutup rahasia. Langkah kaki yang menapak telah mempertemukan mereka. Keterbukaan diri yang tidak disadari, kini dapat dimengerti oleh atma lain. Akankah pertemuaan ini dapat menghasilkan mellifluous yang sempurna? Atau pemaksaan terhadap diri untuk memutar kendali takdir yang telah ditentukan? Start : 06/21/21 End : Cover by pinterest, edit by me Copyright©2021 by atikaadewwii Jadwal update : dua minggu sekali (minggu) #1 aksarakata (8/8/21) #2 mellifluous (27/8/21) #4 adacintadisma (19/8/21) #6 diksi (9/9/21) #7 yaindonesia (14/8/21)
Todos los derechos reservados
#121
teenagers
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Fotocintasis #1: 16 Tahun [END]
  • HUMMING HEART [Completed]
  • The end of a Love [ON GOING]
  • Dreamcatcher. [END]
  • Ableps-ia ✔
  • 🅳🅰🆈🅸🆃🅰 || Blood Is Thicker Than Water
  • AURELLIA; Antagonist Girl [END]
  • Kilasan ✓ (SUDAH TERBIT)
  • ALLASSO (END)
  • Nada Tanpa Suara [Terbit] ☑️

Meskipun dikenal ramah, nyatanya kepribadian Era tidak semanis yang orang-orang lihat. Dia punya kebiasaan menilai seseorang dari penampilan luar, juga paling menolak keras untuk meminta maaf lebih dulu ketika dia merasa kalau itu bukan salahnya. Sampai kemudian, di saat tiada angin tiada hujan, satu per satu masalah muncul berdatangan tanpa diundang. Semesta tampaknya menantang Era untuk mulai belajar cara menyelesaikan masalahnya dengan dewasa. Namun, sama seperti tumbuhan yang mengalami fase fotosintesis, Era membutuhkan banyak waktu, nutrisi, dan perjalanan panjang untuk belajar cara melawan ego, belajar mengenali berbagai bentuk cinta, juga belajar cara menghargai kata "maaf". Dengan ego setinggi langit, mampukah Era memperbaiki semua kesalahannya? [].[].[].[].[] Diikutsertakan dalam event Montaks Chalice yang diselenggarakan oleh @MontaseAksara ⚠ PLAGIATOR DILARANG MENDEKAT ⚠ Terima kasih dan selamat membaca! ヽ(✿゚▽゚)ノ COVER: • Designed with Canva • Original work by @Me_Azzafa FIRST AIR DATE: 20 Desember 2020 END: 23 September 2021 REVISION: 10-14 Agustus 2022 © 2020 Azzafa

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido