Demetria : Sail Into You [Chenle]

Demetria : Sail Into You [Chenle]

  • WpView
    Reads 4,969
  • WpVote
    Votes 938
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 29, 2024
WpInfo
Fanfic
NCT
[featuring chenle ft. renjun] Lareina Ovrin merupakan putri satu-satunya Keluarga Ovrin yang harus melakukan pernikahan politik dengan pewaris tunggal Keluarga Demetria, Cadfael Demetria. Dua tahun sebelum pernikahan mereka dilaksanakan, mereka bertunangan. Namun, Cadfael meninggalkannya tanpa kata setelah malam pertunangan mereka berakhir untuk berangkat ke medan perang. Hubungan mereka yang diawali dengan dingin dan canggung membuat Lareina yakin bahwa Cadfael pun sama sepertinya yang tidak menginginkan pertunangan politik itu. Dua tahun kemudian, perang berakhir. Cadfael yang tak pernah dilihatnya kembali lagi. Tetapi, laki-laki itu tiba-tiba berubah dalam sekejap. Dia memperlakukan Lareina dengan hangat, dan tersenyum malu-malu begitu Lareina bicara dengannya. "Lareina, apa kamu mau berdansa dengan saya?" ucapnya dengan semburat merah dan tatapan teduh seperti musim semi. "..ya, dengan senang hati." Nah, apa yang terjadi sekarang? DISCLAMER ⚠️ [Cerita ini hanyalah fiksi. Semua latar tempat, tokoh dan karakter murni hasil imajinasi dari penulis. Mohon tidak mengaitkan visualisasi pemeran dengan kehidupan nyata dan cukup simpan sebagai bagian dari karya saya]
All Rights Reserved
#42
royal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KISAH DI BALIK PINTU || NCT DREAM
  • 《2》 YOU ARE MINE || JAEHYUN & ROSE ✔
  • Dream Mine (Selesai)
  • DOWAGER! 정재현 (COMPLETED)
  • Household Incident🔞 || Chenji/Jichen (END)✔️
  • P A C A R | Mark✔

{ TERSEDIA DI KARYAKARSA } Bandung, lima tahun yang lalu. Rumah besar di ujung jalan itu kehilangan detak yang paling penting, suara Ibu yang biasa membangunkan tujuh anaknya setiap pagi. Sejak itu, rumah itu berubah. Bukan karena catnya mulai pudar atau halamannya makin rimbun ditumbuhi rumput liar, tapi karena tujuh pasang kaki yang dulu selalu berebut kamar mandi kini belajar berjalan sendiri-sendiri meski tetap di bawah satu atap yang sama. Bapak Aksara, sang kepala keluarga, memilih untuk tidak menikah lagi. Ia membesarkan tujuh anaknya sendirian bukan dengan sempurna, tapi dengan cukup. Dan dari didikan yang penuh luka namun tak pernah kehabisan cinta itu, lahirlah tujuh karakter yang jauh berbeda satu sama lain seperti tujuh warna yang dipaksa muat dalam satu bingkai. Dan, inilah kisahnya...

More details
WpActionLinkContent Guidelines