We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Bittersweet Romance

Bittersweet Romance

  • WpView
    Reads 42,908
  • WpVote
    Votes 5,292
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Jun 13, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Anak lelaki memang terlambat dewasa dibanding anak perempuan. Maka dari itulah, Luhur tidak menyukai Cili sama sekali. Anak gendut itu menyebalkan dan tukang makan. Tiga belas tahun berlalu... Pria dewasa kadang suka kekanak-kanakan. Wanita dewasa suka ragu-ragu, plin plan. Maka dari itulah, Damar bingung ketika Mara menolak lamarannya. Mereka berdua adalah prajurit. Yang beda adalah pangkat. Yang sama adalah masa lalu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TAKDIR TERBAIK (TERBIT)
  • Lika Liku Luka
  • between us
  • Gadis Bukan Perawan [ Complete ]
  • My Teacher My Princess [End]
  • The Gentlemen (El Hidalgo)
  • MDCF [TAMAT]
  • Never Want To Let Go { END }

Dilamar karena saling mencintai ✖ Dilamar karena mendoakan saat bersin✔ ** Najla tidak pernah mengira kalau mendoakan seorang Adam Rayyan Rizqullah ketika lelaki itu bersin akan berakhir dilamar. Gadis yang belum move on dari mantan kekasihnya itu dibuat bingung. Antara menerima lamaran dari Adam atau menunggu Alan kembali yang entah pergi ke mana. Di mata Najla, Adam memiliki sebuah kelebihan dan sesuai kriteria suami idamannya. Apa itu? Kelebihan Adam adalah duda! Iya, kalian tidak salah baca. Najla, gadis absurd yang memiliki kriteria suami idaman seorang duda. Aneh, bukan? Keinginannya menikah dengan duda sudah mendarah daging, bahkan kedua sahabatnya didoktrin agar memiliki kriteria yang sama. Akankah Najla menerima lamaran dari Adam dan melupakan masa lalunya? ** "Adek saya masih kecil," ucap Lettu Ammar "Saya tau," jawab Mayor Adam enteng. "Dia gengsian." "Saya akan belajar untuk peka." "Dia suka marah-marah." "Sebisa mungkin saya tidak memancing amarahnya." "Ilmu agama yang dia tau tidak sedalam itu." "Akan saya santriwatikan adekmu dengan saya yang menjadi guru privatnya." "Dia manja." "Akan saya turuti semua inner child-nya."

More details
WpActionLinkContent Guidelines