Memory of Us: When We Meet

Memory of Us: When We Meet

  • WpView
    LECTURI 4,504
  • WpVote
    Voturi 522
  • WpPart
    Capitole 25
WpMetadataReadÎn curs de desfăşurare
WpMetadataNoticeUltima publicare mie, sep 8, 2021
Tiap orang memiliki caranya sendiri untuk menyelesaikan masalahnya. Entah itu dengan membagikan perasaanya, atau memilih untuk diam dan menutupnya rapat-rapat. Lisa, Lyra, Rinn, Zea, Raelyn, dan Mira awalnya begitu akrab, hingga akhirnya muncul satu perdebatan di antara mereka yang mengubahnya, menyebabkannya merenggang. Mereasa hal itu tidak benar, mereka berenam akhirnya memutuskan mengenal masing-masing dengan lebih dalam. Akankah pilihan mereka itu mampu mengembalikan keakraban mereka, atau justru sebaliknya? "On the day when we meet, We make a lot of stories" -Rael, Lisa, "When We Meet, Our Precious Memories"
Toate drepturile rezervate
Alătură-te celei mai largi comunități de povestiri din lumePrimește recomandări personalizate de povești, salvează-ți favoritele în biblioteca ta și comentează și votează pentru a-ți dezvolta comunitatea.
Illustration

S-ar putea să-ți placă și

  • Kalau Aku Telpon, 'Dia' Marah Gak?
  • Bentangan Payung Biru
  • About Time
  • choice ;
  • RESONANCE | (JKT48 Gen 12)
  • only he is the one i want [ lilynn ]
  • A Scratch For Sanguinis [Orine]
  • Aralie, Maafkan Aku

Awalnya, Oline hanya menjalankan permintaan Delynn-mengantar Erine pulang, menemani jika Delynn tak bisa, memastikan gadis itu baik-baik saja. "Tolong jagain Erine ya, gue lagi sibuk." Itu yang selalu Delynn katakan. Dan Oline, sebagai sahabat, selalu menurut. Tapi lama-kelamaan, semuanya berubah. Erine bukan sekadar tanggung jawab yang Delynn titipkan. Setiap keluhan tentang Delynn, setiap panggilan malam yang meminta Oline untuk mendengar, setiap tawa, setiap tatapan yang tak seharusnya berarti apa-apa-perlahan, semuanya mulai mengisi ruang kosong dalam hati Oline. Dia tahu Erine masih mencintai Delynn. Dia tahu dirinya hanya tempat persinggahan saat Delynn tak ada. Tapi semakin lama, semakin sulit baginya untuk mengabaikan kenyataan bahwa Erine selalu pulang padanya. Oline tak tahu sampai kapan dia bisa menahan perasaan ini. Tapi ada satu pertanyaan yang terus menghantuinya setiap kali Erine memilih meneleponnya daripada Delynn: Kalau Delynn tahu, dia akan marah nggak? Atau justru... dia memang tak pernah peduli?

Mai multe detalii
WpActionLinkLinii directoare referitoare la conținut