the wonder of mother

the wonder of mother

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 24, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Orang tua terutama seorang ibu, saya tahu mereka akan mengusahakan segala cara agar anak nya hidup nyaman dan aman namun sebagai mereka memiliki batas ketidak sempurnaa sendiri. Dan anak, mereka akan tumbuh sebagai mana orang dewasa berprilaku serta berpikir tapi terkadang mereka akan selalu merasa terluka atas ekpektasi nya sendiri serta kebahagiaan nya sendiri. Sinopsis ini hanya sementara, nanti di revisi lagi.
All Rights Reserved
#743
rapuh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Juan [REVISI]
  • S T E V E
  • Kami Tumbuh Dari Ledakan
  • Before 180 Days ✓
  • Duka Devara
  • WHY ARE YOU EVILL !!!
  • Axelardo: (Not) Bad Papa
  • 𝐀𝐁𝐑𝐄𝐀𝐊𝐒𝐈
  • RUANG DEPRESI [ END ]

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines