Cahaya Kasih Sayang

Cahaya Kasih Sayang

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 13, 2021
"Sejukkan asa, segarkan suasana!" Sebuah layar televisi menampilkan tayangan iklan sirup yang terlihat menggoda dan menyegarkan. "Sebentar lagi bulan Ramadhan," gumam seorang pria yang sedang duduk bersandar dengan malas, di sofa empuk di depan televisi itu. Dua bulan telah berlalu, sejak pertama kali aturan kerja dari rumah diberlakukan. Menguap sudah euforia yang Patra Hadrian Pratama rasakan. Perasaan senang bisa bekerja dari rumah itu, kini tergantikan dengan rasa bosan akut yang akan memanjang dan semakin kronis. Virus CV19 ini semakin merajalela. Menyebar ke seluruh pelosok bumi. Menjangkiti setiap manusia yang dia temui. Setiap melihat tayangan berita di televisi nasional, membuat dirinya semakin merasa ngeri dan juga frustasi. Apalagi karena virus ini juga, himbauan larangan mudik ramadhan dan lebaran semakin gencar dicanangkan. Batinnya sungguh tersiksa karena terpisah terlalu lama dengan orang-orang kesayangannya. Namun dengan situasi pandemik ini, membuat pulang menjadi terlalu beresiko. Kisah ini sudah Tamat dan dapat dibaca di NovelMe atau NovelAku. Terima kasih dan Selamat Menikmati! Cover design from Canva
All Rights Reserved
#14
lockdown
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Diary Corona
  • DALAM DIAM
  • Kos-Kosan ; ATEEZ (available only Ramadhan) ✓
  • TITIP MAEM
  • Ghost in Pesantren
  • Kalut
  • Rahasia Aqilla dan Es Buah [Completed]
  • Ramadhan [WayV] ✔
  • Pungguk Memeluk Bulan (FULL)
  • Book Of Romance

Selamat rebahan, duduk-duduk, dan jongkok di WC para pembaca onlen sekalian. Beribu salam gue share ke kalian. Gue, Evan, menulis cerita atau diary ini bertujuan untuk menemani kegalauan, kegelisahan, gundah gulana kalian di masa-masa pandemi ini. Gue yakin, selama pandemi ini banyak yang nggak terima dengan keadaan sekarang ini. Malam mingguan dibatasi dengan waktu karena pagar gang kampung dan kompleks sekarang ada timernya, mau tau pacar lagi cemberut atau senyum jadi nggak tampak gara² diselimuti masker, dan masalah-masalah lain yang sangat terasa disekitar kita. Gue buka twitter sebelum ada covid isinya adu domba politik, agama, dan lain-lain. Twitter sekarang dipenuhi trending topic K-Pop dan hastag-hastag penuh gairah, seperti #crot. Gila orang zaman sekarang, bukannya tobat biar kalo kena covid nggak masuk neraka kedaleman malah bikin hastag yang menggiurkan anak Adam ini. Timeline twitter gue sekarang isinya pada galau semua. Terutama anak kuliahan yang pacaran sama temen kuliahnya. Kebanyakan mereka sekarang jadi LDR, imbasnya mereka melampiaskan keresahaan dan kesepian melalui tweet. Gue yang nggak mau tweet gue kosong jadi ikut sok-sok galau pake kata-kata puitis. Gue baca lagi, gue sadari itu salah satu hal terjijik yang pernah gue alami. Di story ini gue mau ceritain hal-hal yang merangkul kegelisahan gue selama dan sebelum pandemi ini. Dan bisa aja cerita gue sama dengan apa yang kalian alami, jadi cerita ini sedikit mengobati perasaan galau kalian. Karna gue tau, diem di rumah doang emang bikin bosan sampai urat nadi. Tapi apa salahnya jika kita menciptakan kesenangan dalam rumah. Dengan Segala Hormat Evan Simatucolang (siang malam tunggu covid ilang)

More details
WpActionLinkContent Guidelines