Pena Waktu

Pena Waktu

  • WpView
    Reads 438
  • WpVote
    Votes 100
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 27, 2021
Terlalu banyak angan sampai diksi pun jadi pelampiasan. Inilah mahakarya kita tentang suka dan duka. Tentang tawa yang dipecundangi semesta. Tentang lara tiada guna. Bersama sangkala waktu yang menolak kerjasama, hingga pena menjadi pelipur lara.
All Rights Reserved
#975
diksi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Indonesian Poetry
  • Diam
  • {PERKATA} Selesai
  • Filosofi Semesta (COMPLETE)
  • Diksi Dalam Sepi
  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • Hate to Love
  • SUARA TINTA (Selesai)
  • Pelangi dan Senja [End]

Biarkan puisi-puisiku berbicara. Secukupnya, bukan untuk selebihnya saat bicara bukan lagi menjadi keharusan. Bicara bukan keahlianku, dan menulis sudah menjadi rutinitas ku. . Banyak orang yang membaca puisi ini lalu menyukainya. Namun sedikit orang yang paham akan makna didalamnya. . Selamat membaca. Selamat membaca himpunan aksara absurd yang kelewat absurd ini. Semoga kamu sangat menikmatinya. Menghayati, tenggelam dalam lautan aksara😊. . Happy and enjoy!

More details
WpActionLinkContent Guidelines