Capricorn

Capricorn

  • WpView
    Reads 49,775
  • WpVote
    Votes 2,661
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 25, 2023
Azlan mimpi hidup Azlan berubah. Berubah jadi lebih indah. Lebih indah.. Lebih indahhh... "Azlan, awas bola!" Peringkat Aska kala melihat bola basket yang dimainkannya bersama saudara kembarnya, terpental tepat di wajah Azlan. Azlan berhenti melamun. Kepalanya serasa sangat berat, sakit, setelah mendapatkan hantaman bola basket. Azlan memandang kesal ke arah Azka Sang pelaku yang tengah nyengir tanpa dosa. "Ampun, Bos. Lagian Bos, sih, pake ngelamun. Jadi gak tau kalo kepalanya mau kepentok bola!" Azka mengangkat kedua tangannya sembari berjalan. Mengambil bola basket untuk dimainkannya kembali bersama Aska. Tanpa takut, bahwa Azlan yang tengah berbaring di pinggir lapangan, mendadak berjalan dengan terseok-seok. Bugh Brukk Satu bogeman, Azka dapat sampai tubuhnya limbung ke belakang dan jatuh. Aska seketika tertawa terbahak. Tanpa mau membantu Azka, Aska memilih kabur. Menyusul Azlan yang tampak marah. Azlan yang tidak kuat berjalan, menjatuhkan tubuhnya di kursi panjang depan kelas. Memijit pangkal hidungnya yang sempat terkena imbas lemparan bola nyasar. "Lo kenapa, sih, Lan? kek banyak pikiran banget. Bokap lo pulang?" Aska mencoba menebak. Siapa tahu benar. Azlan selalu seperti ini kalau ayahnya pulang. Paling parah ya babak belur, kalau engga, dibuat kaya orang setres. Azlan terdiam. Kemudian memandang sendu sahabatnya. "Gue dijual!"
All Rights Reserved
#1
kambing
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kami yang Berdosa
  • [BL]The Last Place (on Going)
  • Light, Azkiel
  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • DANADYAKSA
  • Ayesha Transmigration
  • 27 FEBRUARI
  • gua abang lo bukan ade lo
  • Naomi Life's Story
  • Memorable

Arsya merupakan anak asisten rumah tangga dari keluarga Lidya. Saat Arsya berusia 11 tahun, ibunya meninggal. Lidya sudah berjanji bahwa dia akan menjaga Arsya. Namun, kedua anak Lidya-Kevin dan Clara membenci Arsya, karena menganggap Arsya merebut kasih sayang ibu mereka. Saat Arsya dewasa dan cukup matang, ia menikahi Lidya. Kedua anak Lidya-tak terima dan menentang keras keputusan sang ibu. Kakak dan adik itu semakin membenci Arsya. Keduanya selalu berusaha menyingkirkannya dari rumah. Namun, karena suatu kejadian, kebencian Clara terhadap Arsya, perlahan malah berubah menjadi cinta. ________________________ Kevin teriak, "Mama yang keterlaluan! Ma! Orang nggak tahu diri itu lebih muda dari aku, Ma! Apa Mama nggak malu? Selain karena anak pembantu, orang nggak tahu diri ini masih sangat muda, Ma! Beda jauh umurnya sama Mama. Tolong, Ma! Tolong! Sadar! Kalian itu beda jauh umurnya! Nggak pantes. Ini gila, Ma!" Lidya menahan oksigen di dalam tubuh untuk sekian detik. "Memangnya kenapa kami harus malu? Kami bukan pencuri, bukan penjahat, bukan koruptor. Apa ada larangan dalam hukum negara dan agama untuk menikah dengan orang yang berbeda jauh umurnya? "Menikah dengan seorang yang jauh berbeda umur, bukanlah hal yang memalukan, atau pun terlarang, asal keduanya sudah saling dewasa. Arsya sudah dua puluh tahun, sudah dewasa, dan pikirannya juga dewasa," jelas Lidya. Tangannya menunjuk Clara dan Kevin. "Tidak seperti kalian berdua, umur sudah dewasa, tapi tidak pernah berpikir dewasa." Kevin memutar badan, meremas kerah Arsya yang masih duduk, dan memaksanya berdiri. "Lo, dasar anak dari perempuan murahan! Makanya lo bahkan nggak tahu ayah lo itu siapa!" _________________ Cinta mulai tumbuh, ketika sudah terlarang. _________________ Original story by Haneaz. Dilarang plagiat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines