Eighty-Six Volume 2

Eighty-Six Volume 2

  • WpView
    Reads 80
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Mon, Jun 14, 2021
Perang tanpa korban. Republik San Magnolia sudah lama diserang oleh drone militer tanpa awak bernama Legion dari tetangga mereka, Kerajaan Gladian. Setelah bertahun-tahun melakukan riset, Republik ini akhirnya mengembangkan drone otomatis buatan sendiri, dan merubah peperangan yang timpang sebelah menjadi perang tanpa korban-atau paling tidak, hal itu yang diklaim oleh pemerintah. Kenyataannya, tak ada yang namanya perang tanpa pertumpahan darah. Dibalik dari tembok kuat yang melindungi 85 teritorial Republik terdapat sektor "tak berada" bernama Eighty-Six. Seorang laki-laki dan perempuan muda dari lahan yang ditinggalkan ini dicap sebagai Eighty-Six dan dilucuti dari status kemanusiaan mereka, yang mempiloti senjata tanpa awak menuju peperangan..... Shinn merupakan pemimpin dari skuadron Eighty-Six. Lena adalah seorang Handler yang memimpin detasemen dari garis belakang dengan bantuan dari teknologi komunikasi spesial.
All Rights Reserved
#7
six
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langkah kecil Shani
  • Reborn Military Wife Lingren (1)
  • (Bukan Nihonkoku Shoukan) Prototipe 8 Negara Dipindahkan Ke Dunia Lain
  • Lukisan Perang dan Salju
  • Kamonegix [New Version]

Shani bukan siapa-siapa di sekolah barunya. Pendiam, penyendiri, dan selalu menunduk saat berjalan di koridor. Sejak awal semester, dia menjadi sasaran olokan-karena caranya berpakaian, karena tak pandai bersosialisasi, bahkan hanya karena dia berbeda. Tidak ada yang benar-benar peduli, hingga satu hari, seorang siswa bernama Gracio memutuskan untuk duduk di bangku sebelahnya tanpa berkata apa-apa. Gracio bukan pahlawan. Ia hanya seseorang yang juga menyimpan luka, tapi tak tahan melihat seseorang hancur tanpa alasan. Dalam diam dan langkah kecil, keduanya mulai membangun dunia yang hanya mereka pahami-dunia di mana tidak ada ejekan, hanya dukungan dan keberanian untuk bertahan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines