Delapan Belas

Delapan Belas

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Mon, Jun 14, 2021
Dan hal terakhir yang kulihat sebelum beranjak dari café itu adalah manik coklat terang yang terus menghantuiku benakku. Menggangguku, bahkan sampai aku bangun keesokan paginya di atas kasur lantai kosanku, di delapan belas jam setelahnya, dan pikiran bagaimana caranya mengembalikan jas hujan itu kepada pemiliknya pun mulai muncul. Entahlah, mungkin sampai delapan belas hari berikutnya? Aku tak ingat.
All Rights Reserved
#198
newbie
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Bartender and The Owner (joongpond)
  • obsesi seorang mantan pacar
  • Rainy Day (complete)
  • Pervert Neighbour
  • UNEXPECTED [✔]
  • A Redemption
  • FIRST DATE | KIM DOYOUNG
  • Naturaloves
  • ATYLER || END
  • Ini Ceritaku, Mana Ceritamu?

Hidup Archen Aydin berjalan di atas rel yang ia bangun sendiri-penuh kontrol, presisi, dan kesendirian yang sengaja ia pelihara. Sebagai pemilik salah satu nightclub paling eksklusif di jantung Bangkok, ia terbiasa melihat semua orang tunduk padanya. Tak ada ruang untuk kekacauan, apalagi cinta. Namun, malam itu berbeda. Segelas wine tumpah. Kemeja mahal ternoda. Dan di balik kekacauan kecil itu, sepasang mata cokelat bulat menatapnya panik-mata seorang bartender baru yang seharusnya tidak berada di shift malam. Naravit bukan siapa-siapa. Seorang mahasiswa seni yang bekerja paruh waktu demi biaya kuliah, terlalu polos untuk dunia malam, terlalu manis untuk berdiri di balik bar. Tapi entah mengapa, sejak malam itu, Archen tidak bisa mengalihkan pandangannya. Ia tidak tahu bahwa tumpahan wine itu bukan sekadar kecelakaan-itu adalah awal dari segalanya. Dari godaan yang ia ciptakan sendiri, dari perasaan yang ia hindari selama ini, dan dari cinta yang perlahan membongkar seluruh pertahanan diri. Dan bagi Naravit... malam itu adalah awal dari kebebasan yang semu, dan rasa yang tumbuh di tengah batas-batas yang seharusnya tidak pernah dilewati.

More details
WpActionLinkContent Guidelines