NERAKA SEBELUM MATI
"Orang lain menyebut rumah sebagai surga. Tapi bagiku, rumah adalah tempat luka pertama, tempat trauma bertumbuh, dan tempat aku perlahan mati dalam diam."
Niko Ardiansyah, seorang pemuda 19 tahun, memendam luka yang tak terlihat. Ia bukan korban kekerasan fisik, tapi setiap kata yang dilontarkan keluarganya adalah cambuk bagi jiwanya. Di balik dinding rumah yang terlihat tenang, Niko menjalani hidup dalam penderitaan batin yang dalam dihina, direndahkan, dianggap gagal, dan bahkan tak pantas bermimpi.
Bermimpi menjadi psikolog untuk membantu mereka yang hancur seperti dirinya malah dianggap lelucon karena masa lalunya sebagai mantan pasien rumah sakit jiwa. Keluarganya menolak memberi restu. Dunia menertawakannya. Dan ia pun mulai percaya bahwa dirinya memang tak layak.
Neraka Sebelum Mati bukan sekadar novel, ini adalah potret nyata dari mereka yang berjuang dalam sunyi. Kisah tentang kehilangan harga diri, luka dalam keluarga, dan upaya menemukan cahaya di tengah gelapnya jiwa.
Ini adalah suara hati... dari mereka yang pernah atau sedang tinggal di "rumah" yang justru membunuh mereka perlahan.