Story cover for MAMA MUDA by heartbeatxx_
MAMA MUDA
  • WpView
    Membaca 49
  • WpVote
    Vote 7
  • WpPart
    Bab 8
  • WpView
    Membaca 49
  • WpVote
    Vote 7
  • WpPart
    Bab 8
Bersambung, Awal publikasi Jun 15, 2021
Dewasa
Aku suka bodi goyang mama muda...

Mama muda, dadadada....

Sungguh Naren amat sangat lelah mendengar lagu itu plus seorang wanita berdaster batik yang sedang asik berjoget didepan hapenya itu. Naren sampai-sampai hapal dengan lagu mama muda tersebut yang herannnya tak bosan-bosan gadis itu putar. Namanya Indi gadis cantik namun agak sedikit gila. Hm tidak, memang gila menurut Naren. Gadis centil, hobinya ngoceh dan joget tiktok mama muda jauh sekali dari perempuan idamannya. 

Hingga suatu masa Naren yang sedang stress akan pekerjaannya tak bisa lagi membendung rasa kesalnya dengan berapi-api Naren menyumpahi Indi menjadi mama muda beneran. Namun Naren tak akan pernah menyangka Indi beneran menjadi mama muda dan ia papa mudanya beserta bayi lucu yang mereka temukan di depan rumah Indi.

Lalu bagaimana kisah Indi, Naren dan bayi tersebut?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan MAMA MUDA ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
Siapa Kau, Mama? - 𝐍𝐚𝐡𝐲𝐮𝐜𝐤 oleh imajinachan
18 bab Bersambung
"Bagaimana bisa aku mimpi bertemu Mama kalau aku tidak tahu Mama itu seperti apa Pa?" "Karena itu Papa akan beritahu rahasianya. Kamu mau?" Tawaran Jaemin dengan cepat disambut anggukan ribut putranya. "-apa yang kamu pikirkan tentang Mama?" "Cantik." Jaemin kembali tersenyum ketika mengusap kening sang putra. "Sangat cantik. Mama mu benar-benar cantik.." Jawab Jaemin, kali ini balas Yuta yang tersenyum lebar. "-lalu siapa yang kamu bayangkan saat kamu memikirkan kata cantik?" Jaemin kembali bertanya, membuat Yuta menunjukkan tampang berpikir -seperti sedang mengingat-ingat sesuatu. "Auntie Renjun cantik sih.. Tapi aku tidak yakin jika Mama cerewet seperti Auntie." Jaemin menahan kekehannya, '𝘔𝘢𝘮𝘢𝘮𝘶 𝘣𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘤𝘦𝘳𝘦𝘸𝘦𝘵 𝘭𝘢𝘨𝘪, 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨..' "-eumb.. Sekretaris Papa, Bibi di kedai ice cream, Ibu guru. Kecuali Auntie Renjun aku tidak suka mereka." Balas Yuta langsung merengut, kembali ia mendongak untuk menatap tajam sang Papa yang terkekeh pelan ketika melihat ekspresi putra kecilnya. "-Bibi Haechan! Bibi Haechan sangaaaat cantik kan Pa?" Yuta menatap Jaemin dengan tatapan berbinar. Membuat Jaemin menggigit bibir dalam, ia menahan air matanya yang mulai berkaca. Kembali pula direngkuh tubuh kecil jagoannya, ia bawa untuk lebih dekat lagi dengan tubuhnya. "Cantik. Cantik sekali." Begitu mendapat persetujuan dari si Papa, Yuta bersorak kecil. "Yippie!" "Maka pikirkan Bibi Haechan." "Ha, siapa Papa?" "Dan kamu akan bertemu dengan Mamamu di dalam mimpi." "Begitu?" Jaemin mengangguk dengan senyuman lembut. "Tidurlah sayang.."
IBU ASI BABY ZEEAN oleh rainitehkyo
12 bab Bersambung
Bijaklah dalam memilih! Area cerita 🔞 18+ Mengisahkan perjalanan seorang lelaki bernama Jean yang begitu mencintai istrinya Zita. Namun semua mimpi indahnya tentang keluarga kecilnya harus ia relakan hancur karna kepergian istrinya untuk selamanya. Iya, istrinya meninggal ketika proses persalinan. Istrinya pergi setelah berhasil melahirkan bayi tampan mereka. Tangisan bayi dengan suara tangis memilukan telinga siapapun yang mendengarnya saat itu. Keluarga yang digadang orang akan menjadi keluarga kaya raya Cemara, berakhir tragis dalam hitungan detik. Kabar itu, membuat Jean frustasi, sulit mencerna dan menerima garis takdirnya. Hingga satu minggu berlalu, bayi tampan tersebut belum pernah ia sentuh bahkan diberi nama. Beruntung ada mami Helena, yang selalu sabar mengurus bayi tampan itu dan juga anaknya Jean. Kesabarannya mami Helena membuahkan hasil, Jean akhirnya memberi nama bayi tampan mereka "baby Zeean." Iya nama itu adalah nama yang telah disepakati bersama mendiang istrinya. Apakah Jean sudah mulai menerima takdirnya? Tentu saja tidak, Jean memang sudah memberi anaknya nama namun ia masih belum bisa menerima anaknya. Ia seperti robot, pagi sampai malam ia habiskan untuk bekerja. Tepat saat usia baby Zeean 3 Minggu, bayi tampan tersebut sakit, ternyata bayi tampan tersebut alergi sufor, dan hanya bisa menerima ASI. Disinilah takdir bermain, mempertemukan mami Helena dengan gadis bar-bar bernama zee, walau bar-bar ia penyayang anak kecil yang ternyata memiliki kelainan hormon. Singkat cerita, mami memperkerjakan zee jadi IBU ASI BABY ZEEAN. Selama bekerja Zee merasa tenang, hingga ketenangannya terusik karna suatu kejadian. Bagaimana kisah selanjutnya, kisah apakah yang mengusik ketenangan gadis bar-bar itu? Akankah duda dingin kita kembali membuka hati untuk gadis bar-bar ini?
It's World. (ON GOING) oleh ririzdewi45
20 bab Lengkap Dewasa
Risih. Itu yang dia rasakan sekarang, di umurnya yang masih terbilang sangat kecil itu, sudah sering sekali mendengar pertengkaran antara dua orang dia sayangi, yaitu, Ayah dan Bunda nya. Menangis? Tentu tidak. Dia hanya menatap dengan penuh tanda tanya di pikiran nya. Entah sampai kapan ini akan terjadi di kehidupannya. Pergi. Hanya itu yang kakak beradik itu pikirkan, pergi dari pertengkaran kedua orang tuanya. "Kita cerai!!! " Teriak Ayah seketika membuat mata kaka beradik itu melotot. "Oke kita cerai! Saya udah muak dengan kelakuan mas! Tapi, anak anak ikut dengan saya! " Balas Bunda tak kalah marah. "Gak yah! Gak bun! Kalian gak boleh cerai! Kalian masih punya anak kecil yang butuh kasih sayang! " Sela kaka tertua dari mereka bertiga. "Udahlah Farel! Lagian kamu bukan anak kandung ayah kamu ini, jadi gak usah ngehalang halangin dia! " Jawab bunda tidak mengalihkan pandangan nya. "Bunda kamu benar. Kamu tidak usah larang kami. Dan untuk Sayang, dia akan bahagia pastinya. " Jawab ayah penuh penekanan. "Bukan masalah kami berdua Bun, Yah. Marina sama kak Farel udah gede, bisa jaga diri. Tapi kalo Sayang? Dia masih dalam masa pertumbuhan. Dan Bunda. Aku, Sayang, sama Kak Farel emang beda bapak. Bukan berarti Kak Farel gak berhak larang kalian toh? " Jelas Marina hendak mengurungkan niatan kedua orang tuanya. "Kita akan tetap cerai! " Jawab Ayah yang di lajutkan kepergian nya. Apa yang ada dipikiran kalian? Sesuatu yang indah? Bahkan ini mimpi buruk yang ingin segera bangun dari tidur. Tapi apa? Ini keyataannya.
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 9
Siapa Kau, Mama? - 𝐍𝐚𝐡𝐲𝐮𝐜𝐤 cover
IBU ASI BABY ZEEAN cover
ARSEN (ON GOING!) cover
It's World. (ON GOING) cover
Cinta Salah Kirim cover
Duda Lebih Menggoda (END) cover
JODOH cover
Living with the Dosen [TERBIT] cover
Lubuk Aksara cover

Siapa Kau, Mama? - 𝐍𝐚𝐡𝐲𝐮𝐜𝐤

18 bab Bersambung

"Bagaimana bisa aku mimpi bertemu Mama kalau aku tidak tahu Mama itu seperti apa Pa?" "Karena itu Papa akan beritahu rahasianya. Kamu mau?" Tawaran Jaemin dengan cepat disambut anggukan ribut putranya. "-apa yang kamu pikirkan tentang Mama?" "Cantik." Jaemin kembali tersenyum ketika mengusap kening sang putra. "Sangat cantik. Mama mu benar-benar cantik.." Jawab Jaemin, kali ini balas Yuta yang tersenyum lebar. "-lalu siapa yang kamu bayangkan saat kamu memikirkan kata cantik?" Jaemin kembali bertanya, membuat Yuta menunjukkan tampang berpikir -seperti sedang mengingat-ingat sesuatu. "Auntie Renjun cantik sih.. Tapi aku tidak yakin jika Mama cerewet seperti Auntie." Jaemin menahan kekehannya, '𝘔𝘢𝘮𝘢𝘮𝘶 𝘣𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘤𝘦𝘳𝘦𝘸𝘦𝘵 𝘭𝘢𝘨𝘪, 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨..' "-eumb.. Sekretaris Papa, Bibi di kedai ice cream, Ibu guru. Kecuali Auntie Renjun aku tidak suka mereka." Balas Yuta langsung merengut, kembali ia mendongak untuk menatap tajam sang Papa yang terkekeh pelan ketika melihat ekspresi putra kecilnya. "-Bibi Haechan! Bibi Haechan sangaaaat cantik kan Pa?" Yuta menatap Jaemin dengan tatapan berbinar. Membuat Jaemin menggigit bibir dalam, ia menahan air matanya yang mulai berkaca. Kembali pula direngkuh tubuh kecil jagoannya, ia bawa untuk lebih dekat lagi dengan tubuhnya. "Cantik. Cantik sekali." Begitu mendapat persetujuan dari si Papa, Yuta bersorak kecil. "Yippie!" "Maka pikirkan Bibi Haechan." "Ha, siapa Papa?" "Dan kamu akan bertemu dengan Mamamu di dalam mimpi." "Begitu?" Jaemin mengangguk dengan senyuman lembut. "Tidurlah sayang.."