REIKAR

REIKAR

  • WpView
    Reads 151
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 20, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA:) ***** Jika yang ada dipikiran kalian ini adalah cerita remaja yang penuh dengan pria-pria tampan. Yang menjadi sosok halu untuk kalian. Benar, tapi tentu saja cerita ini sangat beda dengan cerita masa-masa sekolah pada novel umumnya. Ini adalah cerita tentang kehidupan seorang remaja yang baru pertama kali mengenal kata cinta. Bahagia dengan hal kecil. Dan bisa sedih dengan mudahnya. Bahkan hal yang biasa dimata orang-orang terlihat begitu istimewa baginya. Tidak ada yang tahu jika ada sisi hitam yang membelenggu. Ada luka yang tersembunyi. Ada rasa sakit yang coba ditutupi. Perlahan bisakah luka itu terobati dengan kasih sayang? Akan ada banyak kejutan yang membuat kalian tersenyum gemas dan terus penasaran seperti apa kisah mereka dua. ***** Selalu tinggalkan jejak selesai membaca. Itu adalah bentuk apresiasi kalian bagiku. Happy reading guys!!!!
All Rights Reserved
#8
kirei
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Elegi Rasa : Pergi
  • As Time Allows
  • Paradise
  • LOST MY BREATH (ON GOING)
  • ASRAR|
  • Pal In Love
  • Hopeless
  • Teruntuk Luka [Completed]
  • LOVE AND FRIENDSHIP ( R & J : 1 )
  • TITIK LUKA

Kadang menjadi begitu terlambat menyadari sesuatu akan membekaskan rasa sakit yang tak lekang oleh waktu. Saat cerita yang kelewat singkat dilalui menghantarkan pada sakit yang menghantui. Safir sudah merasakannya. Dua kali dalam hidup ia seperti dipermainkan rasa. Nila yang tak mau melihat. Dan Bianca yang pergi pada sesuatu yang tak terlihat. Ketika sepi melanda. Bukannya pada dunia yang luas, hanya pada dunianya sendiri yang tiba-tiba runtuh. Safir merasa begitu buruk di mata Bianca. Merasa begitu lelah di hadapan Nila. Dan malam itu, harusnya ia berusaha lebih keras. Saat si gadis berkata, "Aku pamit pulang, ya." Harusnya Safir membujuk lebih tegas. "Biar aku yang antar." Kenyataannya, Safir menjadi begitu terlambat. Saat rasa itu mulai tertambat. Hatinya justru sakit tanpa ada yang membebat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines