GARDA
  • WpView
    Reads 1,325
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 2, 2025
WpInfo
Non-Fiction
"Sama seperti kehidupan, banyak hal yang membantu kita untuk selalu berkembang. Tapi, ada banyak hal yang harus direlakan juga, agar tidak menjadi beban nantinya"-Ceria Nuansa Renja. "Jika bukan kamu orangnya, lantas kepada siapa aku berpulang ?"-Baskara Regarda Sikar. Ini bukan perihal anak remaja SMA yang sering tawuran, atau bergaya untuk membuat masalah. Ini adalah sebuah kisah bagaimana peliknya seorang Garda mempertahankan mahkota yang tak pernah ia inginkan dalam hidupnya. Impiannya begitu sederhana, sampai ia lupa hidupnya sudah terlalu sempurna. Sempurna yang sulit untuk mewujudkan impian sederhananya itu. ATTENTION !! Cerita ini mengandung aliran dahsyat yang akan membuat jantung kalian berpacu lebih cepat. Tinggalkan jejak kalian di kisahku dan akan kuberikan sajian menarik di setiap partnya. WELL, WELCOME TO MY STORIE AND HAPPY READING GUYS❤️
All Rights Reserved
#135
ceria
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secangkir Tawa, Sebotol Air Mata
  • Iridescent
  • Nazia
  • CLOSER
  • ANTARES
  • Strange Girl  ✔️(Revisi)
  • Another Goodbye (The Other Side 2)
  • Tentang Rindu [Sudah Diterbitkan]

Di balik semarak kehidupan remaja masa kini-dengan media sosial, deretan target nilai sempurna, dan tawa di antara bangku sekolah-tersimpan cerita yang tak terucap. Dulu, namanya adalah tawa. Gemericik riang yang tak pernah pudar, seolah hidup hanya tentang matahari dan permen kapas. Nasya Zevillia, gadis dengan senyum selebar cakrawala, yang tak pernah tahu bahwa di sudut takdir, sebuah badai telah menunggu. Badai yang akan merenggut suaranya, mematahkan langkahnya, dan mengukir luka tak berdarah di kedalaman jiwanya. Ia akan belajar bahwa hidup adalah rangkaian kehilangan, bahwa cinta bisa datang dari tempat tak terduga, dan bahwa ingatan-bahkan yang paling menyakitkan sekalipun-adalah kunci untuk menemukan siapa dirinya yang sesungguhnya. Sebelum semua itu terjadi, dia hanyalah seorang gadis yang mengira dunia itu sederhana. Ia belum tahu, bagaimana rasanya menjadi bekas luka tak berdarah. Ini bukan hanya kisah tentang tumbuh dewasa. Ini kisah tentang bertahan-dengan tawa, air mata, dan luka yang belum sembuh. oOo "Dia bilang mataku sayu seperti dihantui, aku bilang aku tidak tidur, karena mimpi-mimpi ku hancur,"

More details
WpActionLinkContent Guidelines