Yesterday Haters.

Yesterday Haters.

  • WpView
    Membaca 8
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Jun 16, 2021
WpInfo
Non-fiksi
Jam menunjukan pukul 03.40 dini hari, sudah beberapa bulan aku menjalani rutinitas seperti ini dikarenakan baru saja lulus smk. Aku belum memutuskan akan kemana aku selanjutnya, kuliah kah, kerja kah, entahlah.. saat ini yang aku ingin nya hanyalah memejamkan mata yang kantung nya mulai sedikit menghitam karena begadang terus. "waktunya tidur.." Ucap ku dalam hati, sambil bergegas nge cas hp yang pada saat itu batre nya tinggal 23%, kemudian beranjak untuk mematikan lampu kamar. "semoga hari esok akan lebih baik dan menyenangkan!" Tak butuh waktu lama untuk membuat ku tertidur dengan nyenyak. Yaa, aku adalah pembenci kemarin.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#155
realita
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • MANUSIA DONAT; SEBUAH PROYEK TERBENGKALAI
  • M E M O R Y  (On Going)
  • philopobhia
  • Pilihan Takdirku
  • 41 HARI
  • Tentang Hujan
  • my story
  • Assalamualaikum Cinta
  • KEAJAIBAN IV
  • Ukhti Khilaf

Duluuuuu, sewaktu masih kerja jadi konsultan pendidikan di daerah Jakpus, iseng-iseng saya bikin oret-oretan buat ngisi waktu. Semacem cerbung lah, alias cerita kaga nyambung. Inspirasinya dapet dari kolom "Asal Usul" Almarhum Kang Harry Roesli, dan Pakde Umar Kayam (almarhum juga) , yaitu "Mangan Ora Mangan Kumpul". Ada juga sih bumbu dari kolom :"Nah Ini Dia" POSKOTA, tapi cuman dikiiit, he he he. Dimulai kira-kira sebelas atau dua belas tahun yang lalu, putus nyambung, lalu vakum sampai pagi ini. Kenapa? Gak dapet inspirasi, sibuk cari makan, banyak pikiran, ngejar dunia padahal bohong, dan akhirnya kehilangan diri sendiri. Ataaauu, udah nggak patah hati lagi? Au ah gelap. Yang pasti, sisi kreatif dan romantis makin terkikis, tergilas roda jaman dan prioritas ekonomi. Berawal dari tadi malam, secara sengaja saya melewati jalan dan sudut-sudut tempat saya dulu pernah berdiri dan lewati. Ada yang hilang, terasa familiar sekaligus asing di saat bersamaan. Sambil bejek gas di kecepatan 80 km perjam, tiba-tiba datanglah inspirasi. Pokoknya nih oret-oret mau gua terusin lagi. Mau garing kek, mau maksa kek, bodo amat. "BECAUSE IT IS MY LEGACY" Karena hardisk bisa jebol, usb bisa corrupt, sekarang jamannya cloud, menn!! Belasan tahun lalu, tentu saja belum ada bbm, whatsapp, instagram, path, dan segala rupa media sosial yang bikin kita cupu dalam kehidupan nyata. Jangan heran kalo ada beberapa bagian yang terdengar jadul dan out of date, he he he. Inget, kalo anda menyangka bahwa ini adalah refleksi kehidupan nyata sang penulis atau orang lain, berarti itu pitnah belaka.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan