UMBRELLA

UMBRELLA

  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sat, Oct 23, 2021
[YANG FOLLOW SEBELUM BACA, FIX MASUK SURGA, AAMIIN!] ====== "Hati gue itu ibaratkan payung buat Ryhan. Gue bakal lindungin dia dari masalah yang terus ngehujanin dia. Gue bakal jadi peneduh disaat ada hal-hal yang buat dia jadi kepanasan." "Meskipun dia gak tau kalo yang mayungin dia itu gue, gue nyaman sama peran ini." Lanjut Sazha lirih. "Mau sampe kapan lo gini?" Sazha menatap lawan bicaranya sembari tersenyum. "Sampe payung gue bener-bener udah gak bisa dipake lagi." "Payung lo udah rusak, Shaz." "Sesuatu yang rusak masih bisa dibenerin. Tapi sesuatu yang hancur, udah gak akan bisa diapa-apain." Ucapnya sembari tersenyum, lagi. "Tapi lo harus inget Shaz, Ryhan punya rumah, Naima. Fungsinya melebihi payung yang lo punya. Bahkan logisnya kalo lagi hujan dia gak akan keluar rumah dibanding harus keluar hujan-hujanan dulu biar bisa dipayungin sama lo." Jelas seseorang dengan kata-kata yang membuat Sazha merasa terdiam. ====== Baca selengkapnya hanya di UMBRELLA.
All Rights Reserved
#46
fakgirl
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Hate Rain
  • AETERNA  | Selesai✓
  • MY M3SUMM Boyfriend (COMPLETE)
  • Rude Beautiful Girl [Sudah Terbit]
  • Langit Pemisah【END】[Sudah terbit]
  • JUST BE MINE [END]
  • Im Yours.
  • GRIZLEN {On Going}
  • FRIENDzone (Completed)
  • Eliinaa

[ #1 in Rain, 01-09-2018 ] [ #20 in Teen Lit, 11-09-2018 ] [ #51 in Teen Fiction, 11-09-2018 ] Di saat aku membenci hujan, dia datang. Dia datang dengan segala intuisinya tentang hujan. Dia datang dengan segala kecintaannya dengan hujan. Aku jatuh cinta padanya. Sama seperti aku mencintai hujan karenanya. Tapi di hari itu, ia menghilang. Aromanya tak tercium lagi. Jejaknya sudah tak nampak lagi. Syahdunya tak terasa lagi. Ia pergi sebelum aku benar-benar memilikinya. Ia pergi sebelum aku benar-benar mempercayainya. Ia pergi meninggalkan rasa dan juga tanda tanya. Dan, di mana tepat pada 228 hari aku mengenalnya, aku baru mengerti semuanya. Tentang beberapa hal yang sengaja dia sembunyikan, dan juga tentang kenapa dia menyembunyikannya. Saat itu, aku merasakan kehadirannya. *** "Tentang seberapa pentingnya menutup rapat lembaran lama, tatkala lembaran baru mulai terbuka." -Syachwaldan Rizky

More details
WpActionLinkContent Guidelines