
[YANG FOLLOW SEBELUM BACA, FIX MASUK SURGA, AAMIIN!] ====== "Hati gue itu ibaratkan payung buat Ryhan. Gue bakal lindungin dia dari masalah yang terus ngehujanin dia. Gue bakal jadi peneduh disaat ada hal-hal yang buat dia jadi kepanasan." "Meskipun dia gak tau kalo yang mayungin dia itu gue, gue nyaman sama peran ini." Lanjut Sazha lirih. "Mau sampe kapan lo gini?" Sazha menatap lawan bicaranya sembari tersenyum. "Sampe payung gue bener-bener udah gak bisa dipake lagi." "Payung lo udah rusak, Shaz." "Sesuatu yang rusak masih bisa dibenerin. Tapi sesuatu yang hancur, udah gak akan bisa diapa-apain." Ucapnya sembari tersenyum, lagi. "Tapi lo harus inget Shaz, Ryhan punya rumah, Naima. Fungsinya melebihi payung yang lo punya. Bahkan logisnya kalo lagi hujan dia gak akan keluar rumah dibanding harus keluar hujan-hujanan dulu biar bisa dipayungin sama lo." Jelas seseorang dengan kata-kata yang membuat Sazha merasa terdiam. ====== Baca selengkapnya hanya di UMBRELLA.All Rights Reserved
1 parte