Story cover for GOODBYE TRASH! by ssadinda
GOODBYE TRASH!
  • WpView
    LECTURAS 152
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 6
  • WpView
    LECTURAS 152
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 6
Continúa, Has publicado jun 15, 2021
Sebuah insiden berulang menggemparkan menjadi pusat perhatian. Peristiwa terus terjadi, sementara pelaku tak diketahui. Kondisi yang buntu akhirnya memunculkan berbagai spekulasi. Hingga seorang Gistara Avarsha menjadi objek tuduhan.

 Kebenciannya terhadap para "sampah" selalu menyulut hasrat melenyapkan. Tapi baru dia ketahui, jika hal tersebut direalisasikan ternyata cukup merepotkan. Ketenangan yang dia inginkan nyatanya tak pernah datang.

"Bukannya sampah memang sudah sepantasnya dibuang dan dimusnahkan? Mereka begitu memuakkan."



Copyright©2022 by ssadinda
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir GOODBYE TRASH! a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#11eksekusi
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Raga Arga  [Sudah Terbit] de aksara_jiwa
54 partes Concluida
Jika ditanya apa yang spesial dari kehidupan si kembar, Raga dan Arga, mungkin jawabannya tidak ada, andai keduanya tidak pandai-pandai bersyukur. Bagaimana tidak, kepergian sang bunda menjadi titik awal kehidupan mereka yang sesungguhnya. Getir pahit melekat di dalamnya. Arga disalahkan oleh neneknya atas kepergian sang bunda. Lantas rasa bersalah dan trauma yang begitu besar terpatri kuat dalam dirinya, sejak saat itu hidupnya berubah seiring dengan jiwa yang bergonta-ganti mengisi raganya. Kadang, ketika bangun tidur Arga akan merengek layaknya anak kecil yang mencari bundanya. Kadang juga Arga menjadi sosok yang membenci dirinya sendiri, menghancurkan cermin yang ada di kamarnya, lalu berujung menyakiti dirinya sendiri. Raga, nyatanya wajah tampan dan unggul dalam basket tak lantas membuatnya dipandang. Bagi teman sekelasnya, Raga tak lebih dari sampah yang harus cepat-cepat dibersihkan. Bukan Raga tak mau melawan mereka, hanya saja rasanya percuma, mereka terlanjur menjadi budak sekolah yang gila nilai. Lalu, mampukah keduanya menjalani dan melawan segala getir pahit dalam kehidupan? Atau memilih menyerah, berpasrah pada Tuhan? *** Bukan skenario hidup seperti ini yang aku inginkan, memerani tiga tokoh sekaligus dalam satu kali kesempatan hidup. Andai bisa aku ingin terlahir kembali menjadi aku yang hanya satu- Samudra Arga Pratama Aku lelah menjadi senja yang ditunggu dan dikagumi di penghujung waktuku-Samudra Raga Dwitama *** Takkan gugur daun yang menguning itu jika memang belum habis waktunya. Takkan turun rintik hujan itu sekalipun langit telah menggelap jika memang belum saatnya. Pun dengan jantung yang takkan berhenti berdetak jika memang Tuhan belum berkehendak.
Ruin Me Softly de luzkatarina_
22 partes Continúa Contenido adulto
[21+] Untuk mempertahankan RARISSIME---bisnis fashion yang dibangunnya setengah mati---dari kasus plagiarisme, Jenna berani mempertaruhkan apa pun. Di usianya yang ke duapuluh enam tahun, Jenna membutuhkan uang damai lima miliar rupiah untuk kesalahan yang sebenarnya tidak dilakukannya. Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, pembatalan kerja sama sebagai costume design consultant untuk film terbaru produksi Monoceros Entertainment juga di depan mata karena kasusnya, membuat harapan Jenna untuk membesarkan bisnisnya kian runtuh. Mungkin Jenna sudah gila, ia berani berjudi dengan sisa martabatnya karena meminta bantuan kepada mantan pacarnya saat di SMA, Asta Jarendra Disasmara. Asta merupakan seorang aktor terkenal yang kebetulan menjadi pemeran utama di film itu. Jenna dan Asta memiliki sejarah buruk di masa lalu. Namun, Jenna berusaha menyingkirkan egonya karena hanya power Asta yang bisa menyelamatkan usahanya yang di ujung tanduk. Asta bersedia membantunya namun dengan mengajukan perjanjian gila yang bertentangan dengan prinsip hidup Jenna, yaitu pernikahan. Pernikahan kontrak selama satu tahun demi mendalami referensi peran dalam proyek film dewasa di masa mendatang yang dimaksud Asta tidak pernah masuk dalam rencana hidup Jenna sama sekali. Seperti diberi pilihan antara bunuh diri atau terjun ke neraka duniawi, Jenna tak punya jalan keluar. *** 𝑹𝒖𝒊𝒏 𝑴𝒆 𝑺𝒐𝒇𝒕𝒍𝒚 Copyright © 2025 Luz Katarina. All rights reserved. ⚠️Trigger Warning ⚠️ family issues, traumas, morally grey, harsh words, explicit mature scenes, chaotic marriage, patriarchy, misogynist.
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
Raga Arga  [Sudah Terbit] cover
Untukmu yang Tak Pernah Pergi - WinnySatang cover
CANDRA [END]  cover
Siapa Pelaku Sebenarnya cover
DEVIL'S PUZZLE✔️ [END] cover
Hierarchy [Terbit] cover
[2] Stepb: The Other Sin ✔ cover
Ruin Me Softly cover
ELGITA  (TERBIT) cover

Raga Arga [Sudah Terbit]

54 partes Concluida

Jika ditanya apa yang spesial dari kehidupan si kembar, Raga dan Arga, mungkin jawabannya tidak ada, andai keduanya tidak pandai-pandai bersyukur. Bagaimana tidak, kepergian sang bunda menjadi titik awal kehidupan mereka yang sesungguhnya. Getir pahit melekat di dalamnya. Arga disalahkan oleh neneknya atas kepergian sang bunda. Lantas rasa bersalah dan trauma yang begitu besar terpatri kuat dalam dirinya, sejak saat itu hidupnya berubah seiring dengan jiwa yang bergonta-ganti mengisi raganya. Kadang, ketika bangun tidur Arga akan merengek layaknya anak kecil yang mencari bundanya. Kadang juga Arga menjadi sosok yang membenci dirinya sendiri, menghancurkan cermin yang ada di kamarnya, lalu berujung menyakiti dirinya sendiri. Raga, nyatanya wajah tampan dan unggul dalam basket tak lantas membuatnya dipandang. Bagi teman sekelasnya, Raga tak lebih dari sampah yang harus cepat-cepat dibersihkan. Bukan Raga tak mau melawan mereka, hanya saja rasanya percuma, mereka terlanjur menjadi budak sekolah yang gila nilai. Lalu, mampukah keduanya menjalani dan melawan segala getir pahit dalam kehidupan? Atau memilih menyerah, berpasrah pada Tuhan? *** Bukan skenario hidup seperti ini yang aku inginkan, memerani tiga tokoh sekaligus dalam satu kali kesempatan hidup. Andai bisa aku ingin terlahir kembali menjadi aku yang hanya satu- Samudra Arga Pratama Aku lelah menjadi senja yang ditunggu dan dikagumi di penghujung waktuku-Samudra Raga Dwitama *** Takkan gugur daun yang menguning itu jika memang belum habis waktunya. Takkan turun rintik hujan itu sekalipun langit telah menggelap jika memang belum saatnya. Pun dengan jantung yang takkan berhenti berdetak jika memang Tuhan belum berkehendak.