BITTERSWEET

BITTERSWEET

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Jun 17, 2021
Apa jadi nya kalau lo melewati hari demi hari tanpa masalah? Kehidupan berjalan selancar susu tak bernoda? Atau kisah cinta semanis cookies dan permen gula-gula? *** Racapa Yakella, gadis cantik dengan segala hidup nya yg berisikan tentang hal-hal manis. Namun tidak lagi saat ia bertemu dengan laki-laki angkuh yg 90% bertentangan dengan hidup nya. "aww sakit," gadis itu terus merutuki kesalahan nya karena teringat kalau tadi malam sebelum tidur ia lupa menyikat gigi. Kini, yg bisa di lakukan hanyalah mengeluh kepada laki laki angkuh di hadapan nya. "harus berapa kali gue bilang? STOP! makan-makanan yg manis," tegur Mahesta. *** Mahesta Wijaya, laki laki tampan dengan segala keangkuhan yg ia miliki. Tidak dapat di pungkiri bahwa Mahesta Wijaya sangatlah tampan meskipun memiliki sisi buruk yaitu angkuh dan sombong. Selain angkuh, Mahesta sangat suka bekerja tanpa henti. Ia punya cita-cita saat kecil ingin punya banyak uang agar bisa membelikan rumah untuk orang tua nya. Karena kesibukan nya ini lah yg mengharuskan Laura (ibu Mahesta) mencari calon istri untuk anak nya di masa depan. *** Dari situlah dua pasang mata bertemu. Gadis permen dengan pria angkuh? Bagaimana kah kesan pertama pertemuan mereka? Akankah mereka sanggup menerima kekurangan satu sama lain? Akankah perjodohan ini dapat bertahan lama?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Masa Itu ✔ (Tamat di Karyakarsa)
  • GISTARA (TERBIT)
  • DANADYAKSA
  • OUR FAMILY [SJY&KMJ]
  • syanin
  • MEISYA
  • ice bear kesayangan
  • Aksara Lingga
  • TAKDIR
  • ILALANG (TAMAT)

"Nggak ada perempuan yang baik yang mau sama pasangan orang!" Teriak Keira menatap sengit ke arah Bagas. "Kei!" Teriak Bagas membalas teriakan Keira. Disini Bagas yang salah, bukan perempuan kecil yang tengah ia gandeng bahkan perempuan kecil itu sekarang ketakutan bersembunyi di belakang tubuh Bagas. "Apa karena pernikahan kita berawal dari perjodohan kamu bisa seenak jidatnya membawa dia pulang?" Tangan Bagas yang bebesa memijat keningnya, ia tahu jika masa lalunya akan terkuak juga. Bagas disini bukan tidak menghargai Keira tapi ia tidak tahu hal apa yang harus ia lakukan. "Pelankan suara kamu Kei. Dia tidak bersalah." Pinta Bagas dengan nada sedikit mengiba. "Lantas kenapa dia ada disini? Kemana jal*ng kamu itu?" Keira sadar saat ia menikahi Bagas, Bagas memang masih memiliki kekasih. Tapi tidak harus membawa ekornya ke dalam pernikahan yang baru menginjak usia empat tahun ini, bukan? "Keira, stop bicara kasar. Lebih baik kamu masuk kamar. Aku mau mengantar Lala ke kamarnya." Putus Bagas dengan melangkah masuk ke dalam kamar yang dulunya ditempati tamu. "Kamu memang kelewatan Mas. Aku sadar jika aku belum bisa memberikan kamu anak, tapi jangan pakai cara seperti ini." Selesai mengatakan itu Keira bergegas ke kamar utama, ia membanting pintu sekerasnya. Langkahnya menyapu ruangan yang banyak memberi kenangan manis dengan Bagas, kedua tangannya mengambil koper dan menyiapkan beberapa barang yang akan ia bawa pulang. Harga dirinya sangat tinggi, jadi saat Bagas membawa anak itu kesini maka dirinyalah yang harus pergi. "Apa-apaan kamu, Kei." Bagas yang selesai menidurkan Lala sontak terperanjat dengan keadaan kamar tidurnya yang sudah seperti kapal pecah. Jangan tanyakan apa yang dilakukan Keira. Melangkah keluar, ia mengusap sisa air matanya. "Aku mau pergi dari sini, dan kamar ini seperti ini sama seperti hatiku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines