Perjuang Terhebat No. 1

Perjuang Terhebat No. 1

  • WpView
    Reads 151
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 23, 2021
Meskipun sang Terhebat kembali untuk melewati hari-harinya dengan damai, dia masih diremehkan oleh semua orang. Pada hari pernikahannya, Hanya dengan lambain tangannya, dia memanggil Sembilan Dewa Perang Agung, mereka semua memanggilnya sebagai tuan ...
(CC) Attrib. NonCommercial
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Empress / Love and Crown / 我的皇后
  • DXD : Boundless Potention Of The Humanity [ Rewrite ]
  • Rebirth of the heavenly empress (Kelahiran kembali permaisuri surgawi)
  • KOLONEL K
  • Don't Touch My Baby!
  •       Tαkdlr Yαng Mengαtαkαn (canfan)
  • 𝐑𝐀𝐘𝐍𝐎𝐑 [𝐒𝐄𝐂𝐑𝐄𝐓 𝐌𝐈𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍] 𝐄𝐍𝐃

Pengarang : 谢楼南 Xie Lou Nan Dia adalah putri dari seorang penguasa berkuasa di pemerintahan kekaisaran, memasuki istana dan dimahkotai sebagai permaisuri, menikmati kehormatan tertinggi. Ia memandang rendah harem, menindas para selir, menekan selir bangsawan, bahkan berani menantang Permaisuri Agung. Kaisar memperlakukannya dengan kasih sayang tanpa batas, melindunginya dengan tulus, namun ia hanya berpura-pura ramah, tak menunjukkan sedikit pun ketulusan. Semua karena mereka pernah saling mengenal dan saling mencintai, namun sang kaisar pernah salah membunuh orang yang paling ia kasihi. Kali ini, ia datang untuk membalas dendam. Ketika badai politik mulai bergolak, musuh dari perbatasan menyerang, dan arus bawah bergejolak di ibu kota dan istana. Dalam sebuah kesalahan takdir, ia terjebak di wilayah musuh, dan sang kaisar pergi seorang diri untuk menyelamatkannya. Saat mereka kembali, istana telah mengalami kudeta. Ia pun mengorbankan segalanya demi melindunginya dari bahaya. Mereka bersembunyi di dunia luar istana, dan ia bersamanya menghadapi bahaya hidup dan mati, tegas dalam setiap pembunuhan dan keputusan. Saat perang kembali pecah, ia menggenggam pedang dan bertempur di medan perang bersamanya, saling menopang dan tak terpisahkan. Tentang dendam dan cinta, tentang negara dan dunia, perlindungan paling setia dan perpisahan paling kejam, tak ada yang bisa menandingi tekad untuk menggenggam tangan pasangan dan menua bersama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines