PARFUM PEMBAWA PETAKA  (END)✔

PARFUM PEMBAWA PETAKA (END)✔

  • WpView
    LECTURAS 556
  • WpVote
    Votos 183
  • WpPart
    Partes 32
WpMetadataReadConcluida vie, jul 30, 2021
WpInfo
Ficción
Terror
"Parfum punya siapa ini? Tak ada namanya?" tanya Rindi yang sangat terkejut lantaran menemukan sebuah parfum cantik di kolong meja sekolah. "Gue bawa ke rumah aja deh" pikirnya sambil berlalu untuk pulang ke rumah. Dia tidak mengetahui bahwa parfum tersebut telah di kutuk oleh pemiliknya. Pagi yang cerah, dia bersiap menuju ke sekolah. Tapi parfum yang biasa pakai habis. Lalu netranya melihat sebotol parfum tanpa nama yang berada di meja rias. "Mending langsung aja gue semprot ke badan biar makin percaya diri" katanya tanpa pikir panjang. Setelah memakai parfum, awalnya tidak bereaksi sama sekali. Tapi lama-kelamaan dia berubah menjadi sangat cantik melebihi trio sombong. Bagaimana reaksinya setelah melihat beberapa orang yang mendekatinya tiba-tiba menemui ajal selama tiga hari? Apakah dia dan teman-teman bisa memecahkan misteri ini? Temukan jawabannya di cerita ini. Genre : Horor Status : Tamat (End) Mulai Publish : 16 Juni 2021 Selesai : 31 Juli 2021 Dalam rangka Challege Menulis Marathon Batch 3 Jangan lupa vote dan komen cerita ku ini yak. Mau feeadback an juga boleh. Selamat membaca🤗🤗🤗
Todos los derechos reservados
#75
perlawanan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Cantika Story | Eunha x Eunwoo ✔
  • One Thousand Days
  • Crazy Love (1)
  • ANAIAL《TERBIT》
  • Lica caretha (Indigo Gurl)
  • Psychopathic Love (BOEL)
  • Jasmine Addict (Tamat)
  • Nada sumbang (End)
  • [TBM] The Biggest Mistake (END)
  • Esya {TERBIT}

DON'T COPY MY STORY! "Jaket lo mana?" "Ada di tenda." "Kenapa gak pake?" "Lupa," Cantika hanya nyengir kuda yang membuat Rendi memutar bola matanya malas. Rendi langsung melepas jaket yang ia pakai. Kemudian ia berika kepada Cantika, "pake." "Loh? Gausah, lo pake aja. Gue gapapa." "Pake." balas Rendi penuh penekanan dan tatapan mata yang seolah tidak boleh di bantah. Melihat itu, ia hanya bisa mengangguk dan kemudian memakai jaket itu. Selesai ia memakainya, ia mengerucutkan bibirnya. "Gede banget," ia mengadu. Bagaimana tidak, jaketnya bahkan hampir menyentuh lututnya. Apa ini karena tubuhnya yang terlalu kecil, atau memang tubuh Rendi yang berbeda jauh dengannya. "Badan lo kecil." tandasnya. Cantika menganga tidak percaya, ia lagi-lagi dikatai kecil oleh Rendi. "Gue gak kecil ya, lo aja yang ketinggian." "Sama aja, intinya lo kecil," ia mengedikan bahunya cuek dan berjalan meninggalkan Cantika. #7 in mos [15 Januari 2019] #15 in ceritasma [9 Januari 2020]

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido