Scarlet Letter

Scarlet Letter

  • WpView
    Reads 804
  • WpVote
    Votes 111
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 15, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Seorang pria bermata biru safir berlari secepat yang ia bisa, rasa lelah yang dari tadi sudah terasa tak ia hiraukan sedikit pun. 'Ini semua salah ku... andai saja waktu itu aku mempercayainya!" - DRAGG "Matilah kau gadis sialan! Sudah ku bilang berhentilah mendekatinya." Ucap seorang wanita sambil menjambak seseorang yang tengah ia sandera. "Akhh..." "Katakan selamat tinggal pada dunia ini, khe..." - "Aku tidak akan membiarkan mu melakukan itu padanya, bagaimanapun juga dia tetaplah adik ku." Seorang pria berambut hitam menatap tajam sang lawan bicara. 'ck.' "Kau serius? Jangan katakan jika sekarang kau ingin melindunginya, bukankah kau orangnya? Yang selama ini menjadi dalang dari segala penderitaannya?" - "BORUTO AWAS!!" "LARI SUMIRE, LARI!" "Satu lagi bedebah yang tertinggal, melenyapkannya akan menjadi akhir dari segalanya." DOR "A-akhh..." "K-KAU! APA YANG KAU LAKUKAN? KENAPA KAU MELINDUNGINYA!!?" "Tidak,.. ini tidak mungkin t-terjadi, KAWAKI!" - "Maaf karena semuanya telah begitu terlambat..." "Tidak, jangan lakukan itu!" "JANGAN BORUTOOOOOOOOOOOOO!" ------------------- Yaudahlah kuy baca🗿
All Rights Reserved
#40
kawaki
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Naruto : Uchiha In Hidden Leaf
  • Naruto : Kekuatan Rantai Dewa
  • Naruto : Dansetsu No Yonnin
  • Her Darkness *END*
  • Naruto : Uchiha Legendary Lineage
  • Naruto : See The Future
  • In Silence, I Loved You
  • Naruto : Punishment By Branding
  • Naruto : All Konoha Future
  • When the Blue Wind Finds Her (BoruSumi)

"Sudah waktunya kebenaran terungkap, Anbu menjaga kamar ini; tidak ada yang boleh masuk. Itachi tetap di sini dan lepaskan topengmu." Semua Anbu mengangguk dan melakukan apa yang diperintahkan sebelum Itachi melepas topengnya. Memasang penghalang pembungkam, dia menarik napas dalam-dalam dan memutuskan untuk memulai. "Mikoto apa yang akan kukatakan padamu akan membuatmu membenciku tapi itu dalam keinginan Minato sama dengan keinginan Kushina. Naruto adalah anakmu." Mata lebar, reaksi langsung. Ini besar, ini sangat besar. Anak laki-laki di sini yang difitnah dan dilecehkan penduduk desa secara fisik dan fisiologis adalah putranya dan saudara laki-laki Itachi. "Bagaimana?" "Yah, ingat ketika Kushina meminta bantuanmu ketika dia mencoba untuk memiliki anak? Nah, Naruto adalah anak itu." "Kau bilang dia meninggal!" "Seperti yang saya katakan itu adalah keinginan mereka untuk memberi tahu Anda ini. Saya tidak dimaksudkan untuk memberi tahu Anda sampai dia menjadi Chunin atau jika kebetulan dia membuka garis keturunan Anda tetapi dengan matanya biru, bukan hitam, kami pikir itu tidak akan pernah terjadi. " "Kenapa baru memberitahuku sekarang?" "Yah, aku mendengar dia tadi hari ini duduk di atas kepala ayahnya. Dia tahu segalanya kecuali siapa ibunya; dia mengetahuinya sendiri. Dia memiliki kejeniusan ayahnya tetapi bertindak seperti orang bodoh membiarkan penduduk desa memiliki jalan keluar; Tentu saja saya tidak mengetahui hal ini sampai malam ini ketika penduduk desa memojokkannya di gunung dan memukulinya dengan kasar sebelum melemparkannya dari tebing. Itu bukan bagian yang paling mengganggu, dia benar-benar tersenyum ketika jatuh, seperti seseorang yang tidak peduli."

More details
WpActionLinkContent Guidelines