About Life Rere

About Life Rere

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 18, 2021
Diriku hanyalah manusia biasa yang mempunyai lelah. Aku lelah aku capek, aku selalu berjuang untuk diriku sendiri agar mereka menganggap aku ada. cacian hinaan bahkan kekerasan fisik sering kali aku rasakan. Aku paksakan pundak ini agar selalu kokoh padahal pundak ini rapuh. hatiku rapuh, badan ku rapuh, bahkan mental ku pun rapuh. aku lelah dengan semua ini, aku ingin pergi tapi aku tak bisa. "kemana kebahagiaan ku? aku terus mencari yang namanya kebahagiaan namun yang selalu aku dapat hanyalah penderitaan" Rere Puspita.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • He's My Best Friend [END]
  • First Mistake (POST ULANG)
  • goodbye my beloved (Hiatus)
  • DUA INSAN
  • GLANCE
  • Topeng Sahabat [ HIAT ]
  • Zuhra Dan Lukanya [ON GOING]
  • SATRIA (End)
  • oppressor or oppressed? (TAMAT)
  • ALEXA ( TAHAP REVISI AWAL )

Sudah [Tamat] ⚠️HARAM PLAGIAT" Aku nggak pergi. Aku hanya ada di hati kamu untuk sekarang,besok,dan selamanya," "I love you, Aretha Nararsya. You are the only one and forever." Aretha teringat kembali memorinya dengan Kara dan masih mengingat dengan jelas tatap teduh dari cowok itu. dia tersenyum hangat. Kemudian berkata "I love you Saskara Arkana. You are in my heart for now and forever." Aretha menatap makam itu dengan senyum hangat, lalu dia berdiri kaget melih Alva dengan tatap kosong sambil menarik tangannya memasangkan sesuatu di tangannya. "Dari Kara. Jangan untuk selamanya sampai mendapatkan cinta yang sejati. Simpan baik baik jika telah menemukan cinta itu." "Ayo sekarang kita ke bandara," ajak Alva mengulurkan tangannya pada Aretha. Aretha menerima tangan Alva tanpa sadar air mata itu lolos dari pertahanan kelopak mata Aretha. Semeliar angin menerpa wajah seorang menangis tertahan, dia masuk kedalam mobil matanya masih tertuju pada gundukan tanah itu walaupun mobilnya sudah berjalan jauh. "Aku tunggu kamu kembali dengan versi yang berbeda." _Saskara Arkana Krismantara_

More details
WpActionLinkContent Guidelines