I Am Unlucky

I Am Unlucky

  • WpView
    Reads 4,819
  • WpVote
    Votes 835
  • WpPart
    Parts 44
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 5, 2022
WpInfo
Fanfic
NCT
'tidak beruntung' kenapa harus ada kata itu di dunia ini?! aku tidak keberatan jika belum beruntung tapi untuk tidak beruntung,aku membencinya semoga saja aku hanya mengalami 'belum' bukan 'tidak' NB: [cerita ini murni dari hasil pemikiran sendiri. maaf jika ada kesamaan adegan,alur, atau lainnya,itu hanya unsur ketidaksengajaan] DON'T COPY MY STORY❕ dilarang untuk memplagiat karya (cerita) atau memposting ulang cerita yang saya buat, akan lebih bagus jika kamu berkarya dengan caramu dan hasil pemikiran kamu sendiri👍 ‼️ Jangan sangkut pautkan cerita ini dengan dunia nyata, ini hanya sekedar CERITA FIKSI terima kasih & selamat membaca
All Rights Reserved
#776
giselle
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • It's Always Been You✔️
  • MY BOYFRIEND! || NOMIN-TIDAK DI LANJUTKAN LAGI.
  • REVENGE || 復讐  Fukushū  00L
  • TUJUAN (Aespa × Nct Dream)
  • WE ARE FAMILY!! [END]
  • BUNGA TERAKHIR [SELESAI]✅
  • Puzzle Piece
  • INEFFABLE | Na Jaemin✔
  • ALL OUR STORY [END] [REVISI]

Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?

More details
WpActionLinkContent Guidelines