Manusia Tanpa Gelar

Manusia Tanpa Gelar

  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 1, 2022
Hizan, adalah anak muda tanpa gelar sarjana yang kini berkarir di Basel. Perjuangannya tak mudah dan petualangannya pun tidaklah singkat. "Gua sebenernya pengen banget ke luar negeri, gua cuma pengen jalan kaki di sana. Seharian muterin kota cuma jalan kaki gak masalah dah, di sini mah trotoar aja gak ada udah gitu panas pula." Cita-cita yang cukup sederhana yang keluar dari mulut seorang anak SMA sebelum kehidupan beranjak dewasa menamparnya keras-keras. Wajah lebam, pundak membungkuk nyeri, perut terasa sakit seperti ada yang meremas lambungnya hingga telapak kaki yang melepuh dan mengapal. Dia hanyalah anak biasa yang memiliki cita-cita sama seperti anak lainnya, hanya saja ia memiliki cara tersendiri untuk bisa mewujudkannya cita-citanya itu.
All Rights Reserved
#54
swiss
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Antara Tawa dan Tragedi
  • FEARLESS || JAYISA
  • RHYTHM ( All Of Us Want To Be Happy )
  • Detektif Palsu: Fail Romansa Si Antibetina
  • Arshaka Heizen Lergan
  • Tidak Pernah Ada Kita (Tanpa Ada Aku Dan Kamu)
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • Contract Marriage [Project Santai]
  • Behind The Smile (TERBIT)
  • Journey Of My Life

Di balik semarak kehidupan remaja masa kini-dengan media sosial, deretan target nilai sempurna, dan tawa di antara bangku sekolah-tersimpan cerita yang tak terucap. Dulu, namanya adalah tawa. Gemericik riang yang tak pernah pudar, seolah hidup hanya tentang matahari dan permen kapas. Nasya Zevillia Alesya, gadis dengan senyum selebar cakrawala, tak pernah tahu bahwa di sudut takdir, sebuah badai telah menunggu. Badai yang akan merenggut suaranya, mematahkan langkahnya, dan mengukir luka tak berdarah di kedalaman jiwanya. Ia akan belajar bahwa hidup adalah rangkaian kehilangan, bahwa cinta bisa datang dari tempat tak terduga, dan bahwa ingatan-bahkan yang paling menyakitkan sekalipun-adalah kunci untuk menemukan siapa dirinya yang sesungguhnya. Sebelum semua itu terjadi, dia hanyalah seorang gadis yang mengira dunia itu sederhana. Ia belum tahu, bagaimana rasanya menjadi bekas luka tak berdarah. Ini bukan hanya kisah tentang tumbuh dewasa. Ini kisah tentang bertahan-dengan tawa, air mata, dan luka yang belum sembuh. oOo "Dia bilang mataku sayu seperti dihantui, aku bilang aku tidak tidur, karena mimpi-mimpi ku hancur."

More details
WpActionLinkContent Guidelines