High Cut

High Cut

  • WpView
    Reads 81
  • WpVote
    Votes 43
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 16, 2021
Calendula memang tempat yang baik, hangat, dan rumah bagi siapa saja. Tapi itu bukan seperti yang Jill harapkan. Bahkan bukan yang siapapun harapkan. Kecuali Sean, satu - satunya anak yang Jill percayai. Bocah lelaki yang mengaku jadi sepupunya. Sean menolak pulang ke rumah, selain itu juga meminta Jill agar tidak kembali kesana. Apa yang salah? "Sesuatu terjadi di rumah. Jangan berharap apapun, menganggap Calendula sebagai tempat pulangmu adalah yang terbaik, bahkan untuk ribuan kali." Sean yang mengatakannya. Jadi Jill harus percaya, kan? ..... Enjoy this story, gengs!
All Rights Reserved
#39
act
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Arfa dan Zena
  • CHAVANDA
  • FOR A KINDER WORLD
  • To Choose an Enemy (End)
  • Dear My big Bro • On going
  • ABISATYA | END
  • Your Home [COMPLETE]
  • Who am I?
  • LINGGA (END) ✔️

[WAJIB FOLLOW AUTHOR SEBELUM BACA] Dua orang anak kecil sedang bermain bersama dengan temannya yang lain. Mereka tertawa riang gembira sambil tersenyum bahagia, kala itu. Dua anak kecil itu adalah sahabat. Mereka selalu pergi kemana saja berdua, makan berdua, main pun selalu berdua. Bahagia itu sirna saat mendengar sang sahabat akan diadopsi oleh sepasang suami istri yang belum mempunyai buah hati. "Mbak, Zena mana?" Tanya anak laki-laki itu kepada penjaga panti asuhan. Dia baru saja bangun dari tidur siang nya. Dia tersadar saat melihat kamar itu hanya dia seorang. Akankah ia dapat bertemu dengan Zena kembali? "Maaf, pergi tanpa berkabar." "Sejujurnya kamu gak usah minta maaf. Aku mengerti itu bukan salah mu."

More details
WpActionLinkContent Guidelines