JULIANDINI

JULIANDINI

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 10, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Ini tentang kita yang seharusnya tidak saling memiliki rasa. Namun terkadang, takdir memang semenyedihkan ini membiarkan rasamu berbaur denganku. Kamu pernah bilang seperti ini padaku, "aku itu enggak akan selamanya mengejarmu, Sa. Aku juga tidak akan selamanya ada untukmu, karena cepat ataupun lambat, perpisahan itu ada. Ini cuma masalah waktu. Jadi, cintailah aku selagi semesta mengizinkan," itu katanya. Dan entah bagaimana jadinya. Itu adalah kalimat yang paling kubenci setelah mengenalmu sejauh ini. __________________________ So, apakah yang terjadi setelah ini padaku? Akankah semesta mengizinkan aku memilikinya?
All Rights Reserved
#19
kerjakeras
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Triangle 2
  • Tentang Lionel : Cerita dari Catherina
  • Always Loving You
  • My favorite person
  •  I Love You, Goodbye.
  • Till I Meet You
  • TAK BERSAMBUT
  • Kalau Aku Telpon, 'Dia' Marah Gak?

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines