Story cover for Devian by fr_hany
Devian
  • WpView
    Reads 440
  • WpVote
    Votes 57
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 440
  • WpVote
    Votes 57
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Jun 17, 2021
Devian hanya tau jika kehidupannya tak pernah usai akan badai yang menerpa. 
Satu persatu pijakan semestanya, alasan ia hidup mulai meninggalkannya. 

Lelah dijatuh bangunkan berkali-kali, Devian sempat ingin menyerah dengan kehidupannya. Berpikir bahwa mati lebih baik daripada harus hidup dan menjadi benalu bagi kehidupan orang lain. Namun satu hal yang menahannya, yakni janjinya dengan sang kakak untuk mencapai impiannya dan mencari kebahagiaan baru untuk dirinya sendiri.

Mampukah Devian bertahan dan menepati janjinya? Atau memilih pergi untuk selamanya dan mendapatkan kebahagiaan yang sebenarnya?







Note: Saya tidak pandai membuat deskripsi, tapi saya harap kamu menyukai cerita saya^ ͜ ^
All Rights Reserved
Sign up to add Devian to your library and receive updates
or
#297btslokal
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Aleum And 7 cover
TERUS SEMBUNYIKAN AKU cover
Don't Leave Me, Please![ End ] cover
Seindah Mentari  cover
Snowy Miracle (✔) [PROSES PENERBITAN] cover
[FINISHED] TEMPTATION cover
Set Me Free || Min Yoongi  cover
✔ MOONCHILD | Park Jimin cover
I Just Want Your Presence  cover

Aleum And 7

48 parts Ongoing

"Dia Aleum." "Maksudmu?" "Dia adik kita." Hidup mereka rasanya tanpa arah saat sang Ayah yang merupakan orang tua satu-satunya untuk mereka pergi dari dunia ini, ditambah lagi, saat anak tertua dari keluarga Kim memperkenalkan seorang gadis kecil berusia empat tahun yang sedang mengenakan baju duka dihiasi dengan wajah sembabnya. "Kau gila?! Anak ini berusia empat tahun! Jungkook bahkan berusia empat tahun! Bagaimana bisa dia menjadi adik kita?" Anak kedua keluarga Kim menatap kakaknya tidak mengerti, ohhh ayolah, mereka sudah dikagetkan dengan kepergian ayah mereka secara tiba-tiba, tidak lucu jika bercanda dengan membawa anak gadis berusia empat tahun untuk mereka urus. "Aku tidak tahu Yoongi. Nama anak ini ada disurat yang ditulis ayah! Aku bahkan baru melihatnya saat seorang wanita tua membawanya kesini." Yoongi hanya bisa memijat dahinya frustasi, ia menatap anak itu dengan wajah berkerut nya, anak berusia empat tahun, seorang gadis, dam sepertinya terlihat cengeng. "Kau yakin?" "Aku harus yakin, bagaimanapun dia juga bagian dari kita."